Kemenkes Minta BPOM tidak Kategorikan SKM sebagai Susu

Kemenkes Minta BPOM tidak Kategorikan SKM sebagai Susu

SHNET, Jakarta – Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Ir. Doddy Izwardy, MA meminta BPOM memperhatikan izin edar susu kental manis. Hal itu disampaikan Doddy disela-sela pembukaan Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) XI di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (3/7) kemarin.
“Kita sudah menginformasikan kepada Badan POM sebagai pengawas untuk izin edarnya untuk diperhatikan bahwa itu tidak dikategorikan susu. Mereka (BPOM, red) sudah mau mengkoreksi, karena tidak dikategorikan susu,” ujar Doddy di hadapan media.
Lebih lanjut, ia menegaskan susu kental manis bukan produk untuk balita. Susu kental manis sejatinya adalah untuk panganan. Sayangnya, di masyarakat yang berkembang adalah susu kental manis sebagai minuman dan diberikan untuk anak-anak.
Isu susu kental manis kembali mencuat sejak BPOM mengeluarkan surat edaran tentang label dan iklan pada produk susu kental dan analognya. Diantara yang menjadi perhatian BPOM adalah larangan visualisasi susu kental manis disetarakan dengan produk susu lain serta larangan menampilkan anak berusia dibawah 5 tahun dalam bentuk apapun. SE BPOM tersebut juga memberi waktu kepada produsen untuk melakukan penyesuaian dalam 6 bulan sejak diterbitkan pada 22 Mei 2018.
Lebih lanjut, Kemenkes menyatakan tidak hanya mengawasi SE tersebut, namun juga edukasi masyarakat. Diantara edukasi tersebut adalah edukasi perbaikan prilaku terhadap pola pemberian makan berupa kampanye isi piringku. (Kurnia)