Jadi Kuda Hitam, Bermain Lepas Untungkan Belgia

Jadi Kuda Hitam, Bermain Lepas Untungkan Belgia

KEUNTUNGAN - Rumah-rumah judi dunia kurang mengunggulkan Belgia. Tapi mereka punya keuntungan tersendiri, unggul head to head atas Prancis dengan total 30 kemenangan. (Fifa.com)

SHNet, JAKARTA – Helatan akbar Piala Dunia 2018 memasuki babak semifinal yang akan memulai pertandingan semifinal pertama pada Selasa (10/7) pukul 21.00 waktu Rusia atau Rabu (11/7) pukul 01.00 WIB. Partai semifinal pertama memainkan dua tim tangguh, Prancis versus Belgia yang punya trek record cantik sejak babak penyisihan.

Kedua tim akan berjibaku di Saint Petersburg Stadium, Rusia dan semifinal kedua akan dimainkan antara Inggris melawan Kroasia di Luzhniki Stadium pada Rabu (11/7) pukul 21.00 waktu setempat atau Kamis (12/7) pukul 01.00 WIB.

Semifinal Piala Dunia kali ini pun terbilang unik lantaran terjadi all-Eurepean Semifinal, dimana empat semifinalis semuanya merupakan wakil Eropa. Cukup langka sehingga orang banyak menyebutnya, Piala Dunia dengan cita rasa Piala Eropa.

All-European semi-finals baru empat kali digelar di panggung Piala Dunia. Keempat-empatnya tersaji pada turnamen akbar ini digelar di tanah Eropa, pada 1934 (Italia), 1966 (Inggris), 1982 (Spanyol) dan 2006 (Jerman). Ini pun menjadi kali kelima.

Bagaimana dengan partai semifinal pertama antara Prancis vs Belgia? Sejumlah rumah judi dunia lebih banyak mengunggulkan Prancis. Betapa tidak, dibawah asuhan mantan bintang juara dunia, Didier Deschamps, tim Ayam Jantan memang menjelma menjadi tim impian. Prancis sendiri terakhir tampil sebagai semifinalis Piala Dunia pada Piala Dunia 2006. Sementara Belgia sudah cukup lama pada Piala Dunia 1986.

Kedua tim pun sudah 73 kali bertemu di sejumlah ajang, baik ajang resmi maupun persahabatan. Belgia memang unggul head to head dengan total 30 kemenangan. Sementara Prancis hanya 24 kali menang dan 19 pertemuan lain berakhir dengan imbang.

Prancis dalam latihan terakhir jelang melawan Belgia, Selasa (10/7) WIB di Saint Petersburg Stadion. (Fifa.com)

Tapi, di pentas Piala Dunia, Prancis memang lebih unggul lantaran memenangi dua pertemuan mereka pada 1938 dengan skor 3-1 dan 1986 dengan hasil 4-2. Strategi siapa nantinya yang lebih jitu? apakah Deschamps, atau justru pelatih asal Spanyol, Roberto Martinez yang akan sukses membawa Belgia lolos hingga babak final?

Belgia di bawah tangan dingin Martinez jelas tak bisa dipandang sebelah mata. Tengok saja, mereka jadi satu-satunya tim yang memenangi semua pertandingan di Piala Dunia 2018 dengan total lima kemenangan. Tak cuma itu. Belgia pun merupakan satu-satunya tim yang paling produktif dalam menghasilkan gol dengan total 14 gol. Sementara Prancis hanya mengoleksi total 9 gol hingga jelang Semifinal.

Melihat kemampuan pasukan Deschamps, tentu saja N’Golo Conte dan kawan-kawan bakal sanggup melenggang ke babak final, bahkan sejumlah prediksi sudah mengarah ke mereka sebagai calon juara dunia 2018. Ini jelas memberikan beban tersendiri bagi laskar Deschamps nanti dilapangan.

Yang harus diingat adalah pasukan Martinez akan bermain tanpa beban. Mereka tak ditargetkan apa-apa oleh para petinggi sepakbola mereka. “Kami hanya diminta bermain lepas, tampilkan yang terbaik di lapangan, berikan hiburan terindah bagi publik sepakbola dunia dan Belgia tentunya, dan itu yang sudah dilakukan anak-anak dan saya harapkan akan terus dilakukan hingga memasuki babak final nanti,” ujar Martinez seperti dilansir Fifa.com, jelang tampil di babak semifinal nanti.

Mantan bintang populer Jerman, Lotthar Mattheus yang menjadi kapten timnas Jerman saat tampil spektakuler menjuarai Piala Dunia 1990 di Italia dengan mengalahkan Argentina, sebelumnya sempat memprediksi kalau Brasil akan tampil melawan Inggris di partai final Piala Dunia 2018 nanti. Sayang, prediksi Mattheus meleset karena Brasil mampu dipatahkan Belgia di babak sebelumnya.

Mattheus pun mengatakan kalau Belgia memang kuda hitam yang tak masuk hitungan tapi justru mampu merubah kekuatan sepakbola dunia. “Semua orang terlambat menilai Belgia dan mereka akan menjadi kuda hitam yang membuat sejarah baru bagi sepakbola dunia,” ujar Mattheus. Itu artinya, meski tertatih-tatih melawan Prancis, Belgia bisa saja melaju ke partai final menanti pemenang Inggris vs Kroasia nanti.   (Nonnie Rering)