Identik Kaum Fundamentalis Capres Prabowo Dijauhi Masyarakat

Identik Kaum Fundamentalis Capres Prabowo Dijauhi Masyarakat

SHNet, JAKARTA – Pengamat politik di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Tobias Ranggie, menilai, ada strategi politik yang keliru cari Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), di dalam menarik simpati masyarakat pemilih dalam Pemilu Presiden tahun 2019 mendatang.

“Pertama, para politisi Gerindra perlu tertib menahan opininya untuk tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan aneh yang justru menjauhkan Gerindra dan Prabowo dari simpati rakyat,” kata Tobias Ranggie, menanggapi hasil lembaga survey menunjukkan petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) jauh unggul dari Capres Prabowo Subianto, Sabtu (22/7/2018).

Menurut Tobias Ranggie, kritik terhadap pemerintah hendaknya dipikirkan betul agar substansial dan mampu menelenjangi kegagalan pemerintahan Joko Widodo dan salah arah kebijakan-kebijakannya. Hindari polemik ecek-ecek, hal-hal sepele yang tak perlu dikomentari.

Kedua, lanjut Tobias, kubu Prabowo, Gerindra, sebaiknya membersihkan diri dari citra dekat dengan kubu fundamentalis agama atau kelompok separuh milisi separuh politisi yang kelewat kasar dalam mengeksploitasi simbol-simbol agama untuk menggolkan kepentingan politik mereka.

“Hasil survei telah menunjukkan bahwa sentimen suku, agama, ras dan antar golongan, hanya berhasil pada pemilihan Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta tahun 2017, namun tidak dalam tataran nasional,” kata Tobias.

Diungkapkan Tobias Ranggie, sikap kubu Prabowo Subianto yang reaktif terlalu berlebihan mengkritisi kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo, memang sangat merugikan.

Sebaliknya, kubu Joko Widodo, terus mendapat  simpati masyarakat, lantaran terkesan diam setiap kali mendapat kritikan keras dari pihak Prabowo Subianto. (Aju)