Bentrokan Senjata Dengan Pemberontak Di Perbatasan Irian Barat

Bentrokan Senjata Dengan Pemberontak Di Perbatasan Irian Barat

Berita “ABC”

Jakarta, 6 Juli 1972 – Empat orang tentara Indonesia dikabarkan tewas dalam dua kali bentrokan senjata yang terjadi dekat perbastasan Irian Barat dan Irian Timur, demikian menurut siaran ABC (Radio Australia) Rabu malam.

Menurut siaran tersebut bentrokan senjata pertama yang terjadi antara tentara Indonesia dan pemberontak “Papua Freedom Movement” menewaskan seorang tentara.
Tiga orang tentara Indonesia lainnya tewas pada bentrokan kedua.

Berapa besar jumlah pemberontak atau senjata yang mereka pergunakan tidakdisiarkan oleh ABC.

Belum dengar
Sementara itu Sektor Irian Baratpada Departemen Dalam Negeri yang dihubungi “SH” melalui telepon hari Kamis menurut Kepala Biro Humas Drs. Suardi, sama sekali belum mendengar mengenai kejadian itu. Katanya sektor tersebut tidak mendapat laporan dan belum mengetahui.

Kalau memang ada, telex kami tentu cepat memberitakannya, demikian Drs. Suardi.
Mengenai apa yang dinamakan “Gerakan Kemerdekaan Papua” yang diketahuinya menurut Drs. Suardi adalah dekat Manokwari. Itu katanya sudah lama selesai, kira-kira enam bulan yang lalu.

Pangdam Cendrawasih dalam keterangan kepada pers bulan yang lalu mengatakan bahwa seluruh kekuatan pemberontak di Irian Barat tinggal kira-kira 20 orang, persenjataan mereka menurut Brigjen Acub Zainal juga sangat jelek sekali.

Keterangan lain
Sementara itu Kepala Perwakilan Irian Barat, Letkol Surjono menjawab pertanyaan “SH” melalui telepon hari Kamis tersebut mengatakan bahwa ia hanya mendengar mengenai kejadian tersebut “itupun sudah lama, kira-kira dua minggu yang lalu atau sekitar tanggal 18 Juni”.

Berita terperinci mengenai kejadian itu ia katanya tidak mengetahui “bukan saya yang dapat memberikan keterangan”, tambahnya. (SH)