Bantuan Inggris 7 Juta Sterling ditandatangani

Presiden Terima Menlu Home di Bina Braha

Bantuan Inggris 7 Juta Sterling ditandatangani

Jakarta, 4 Juli 1972 – Presiden Soeharto, Selasa siang bertempat di gedung Bina Graha, Jakarta, telah mengadakan pembicaraan pertemuan dengan Menlu Inggris Sir Alec Douglas Home yang tiba di Indonesia pagi harinya.
Pertemuan selama 45 menit itu dinilai oleh Menlu Inggris tersebut sebagai “confidential”.

Dalam kesempatan ini Presiden Soeharto didampingi oleh Menlu Adam Malik sedang Menlu Inggris didampingi oleh Dubes Inggris di Jakarta, Combs.

Bermanfaat
Pembicaraan dengan Kepala Negara RI menurut Sir Alec sangat bermanfaat dan juga membantu bagi Inggris dalam langkah dibidang ekonomi, politik dan lain-lain untuk wilayah ini dan Asia umumnya.

Pendapat Presiden Soeharto dan pengetahuan yang diperolehnya dalam pembicaraan tersebut menurut Menlu Home berguna sekali atas waktu yang disediakan Kepala Negara RI untuk menerimanya.

Sie Alec tiba di Kemayoran dengan menumpang pesawat RAF dan Rabu pagi akan meninggalkan Jakarta menuju Afganistan dalam perjalanan pulangnya ke London.

Bantuan ini merupakan bagian utama daripada bantuan modal sebesar 10 juta poundsterling yang dijanjikan oleh Inggris melalui IGGI dan dimaksudkan untuk membiayai proyek pembangunan di Indonesia meliputi periode tahun 1972 – 1974.

pinjaman jangka panjang ini ditetapkan pembayaran kembali selama 25 tahun dengan grace periode 7 tahun.
Selesai penandatanganan bantuan Menlu Adam Malik dan rekannya Sir Alec mengadakan pembicaraan resmi di tempat yang sama. (SH)