Ada 71 Jenis Narkoba Baru di Indonesia

Ada 71 Jenis Narkoba Baru di Indonesia

Para pembicara di Diskusi Panel Serial ke-13 yang diselenggarakan oleh Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB), Aliansi Kebangsaan dan FKPPI, di Jakarta, Sabtu (7/7). (Ist)

SHNet, Jakarta- Penanggulangan narkotika penting dilakukan dalam rangka ketahanan nasional.Bahkan narkoba bisa menghancurkan suatu negara. Hal tersebut diutarakan oleh Brigjen Pol Drs Antoni Hutabarat dari Badan Narkotika Nasional (BNN) saat berbicara dalam Diskusi Panel Serial (DPS) ke-13 dengan tema ATHG dari Dalam Negeri (Keamanan Dalam Negeri) yang diselenggarakan oleh Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB), Aliansi Kebangsaan dan FKPPI, di Jakarta, Sabtu (7/7).

Ia memberikan contoh narkoba bisa menghancurkan suatu negara, pada tahun 1800-an, Inggris mengalahkan Cina lewat perang candu. Itu sebabnya, hingga saat ini Hongkong masih miliki Inggris.

Di Indonesia, kata Antoni, sudah darurat narkoba. “Tidak ada satupun desa yang tidak kena narkoba. Mau di Morotai, Papua, NTT juga ada. Bahkan di Palembang, ada anak usia 12 tahun sudah kena narkoba,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini ada 3,3 juta penduduk Indonesia yang menggunakan narkoba. Dan setiap hari, ada 30 orang yang meninggal akibat narkoba. Bukan hanya itu, narkoba juga menimbulkan kerugian material Rp 84,7 triliun.

Saat ini ada 71 jenis narkoba baru yang beredar di Indonesia. Jenis narkoba yang sudah terdata di Kementerian Kesehatan ada 68 jenis. “Parahnya lagi, para bandar narkoba membuat narkoba jenis baru untuk mengelabui hukum. Narkoba bisa membunuh pelan-pelan dan menyerang semua kalangan, pelajar, penyadap karet, supir batubara hingga bupati, kena narkoba,” kata Antoni.

Menurutnya, narkoba adalah unsur-unsur yang melemahkan ketahanan nasional selain korupsi dan terorisme. Dan masalah narkoba lebih serius dari korupsi dan terorisme, karena narkoba merusak otak yang tidak memiliki jaminan sembuh. (Stevani Elisabeth)