179 Lulusan SMP di Kupang Ditolak Masuk SMA

179 Lulusan SMP di Kupang Ditolak Masuk SMA

 

SHNet, KUPANG-Sebanyak 179 lulusan SMP di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak diterima di SMA dan SMK di daerah itu, meski sekolah tersebut masuk dalam zona yang sama dengan domisili siswa.

Ratusan siswa tersebut bersama orang tua mereka menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernur NTT, Rabu (25/7/2018) untuk mempertanyakan sistem zonasi yang diterapkan pemerintah.

Yeri Dami, orang tua salah satu lulusan SMP menegaskan tempat berdomisilinya di daerah yang masuk dalam zonasi SMA Negeri 3, tetapi anak anaknya tidak diterima masuk sekolah tersebut. Begitu juga di SMA Negeri 1 yang berjarak dua kilometer dari rumahnya, namun anaknya tidak diterima.

“Saya tinggal di dekat zona SMA 1 dan SMA 3 tapi anak saya tidak diterima di dua sekolah tersebut,” tegas Yeri.

Ia menilai persoalan zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah berlangsung sejak 2 Juli 2018, namun belum berhasil diatasi pemerintah daerah. Hal itu mengakibatkan anak-anak mereka terancam tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

“Persoalan zonasi ini sudah lama tapi sampai saat ini pemerintah belum bisa atasi sehingga anak-anak jadi korban karena terancam tidak bisa sekokah ke jenjang lebih tinggi,” katanya.(DA)