Wonderful Sail to Indonesia 2018 Ciptakan Jalur Reli Yacht Terbaik Dunia

Wonderful Sail to Indonesia 2018 Ciptakan Jalur Reli Yacht Terbaik Dunia

Wonderful Sail to Indonesia 2018. (Ist)

SHNet, Jakarta-Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dwisuryo Indroyono Soesilo menilai Wonderful Sail to Indonesia selain menjadi branding wisata layar yang prestisius bagi Indonesia di tingkat internasional, juga akan menciptakan jalur rali yacth terbaik dunia.

Wonderful Sail to Indonesia ini menjadi wisata layar terpanjang di dunia melintasi jalur terbaik sepanjang 7.000 km di perairan nusantara dan berlangsung selama 5 bulan dari Juni hingga November 2018 atau saat cuaca paling baik di perairan garis khatulistiwa,” kata Dwisuryo Indroyono Soesilo didampingi Raymond T. Lesmana Anggota Bidang II Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar dalam jumpa pers usai meluncurkan ‘Wonderful Sail To Indonesia 2018’ di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kemenpar, Senin (25/6)

Selama lima bulan tersebut para yachter akan singgah di pulau-pulau sebagai titik labuh yang ke depannya akan menjadi destinasi yacht. “Mulai dari entry port hingga exit port kita persiapkan sekitar 53 destinasi yang akan disinggahi,” kata Indroyono seraya mengatakan, di destinasi yang disinggahi tersebut wisatawan atau para yachter akan membelanjakan uangnya untuk menikmati kuliner, membeli cinderamata, menggunakan transportasi lokal, maupun untuk keperluan lainnya. “Karena lama tinggalnya panjang hingga 5 bulan spending money-nya wisatawan kapal yacht ini jauh lebih besar di banding wisatawan biasa,” kata Indroyono.

Raymond T. Lesmana menjelaskan, Wonderful Sail to Indonesia terdiri dari 5 reli layar dunia yaitu Wonderful Sail Anambas To Natuna, Wonderful West Kalimantan Rally, Back to Down Under Rally, Wonderful Sail2Indonesia, dan Wonderful Sail Indonesia. Ini untuk mewujudkan misi pengembangan wisata layar nasional yakni menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata layar dunia.

Dalam penyelenggaraan Wonderful Sail To Indonesia 2018 yang diikuti 120 yacht dari 15 negara, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama dengan John Martin, yacht rally organizer dari New Zealand. “Kegiatan wisata layar ini menjadi pemicu tumbuhnya pariwisata bahari daerah serta memberikan dampak langsung pada ekonomi masyarakat setempat,” kata Raymond. Dengan semakin banyaknya yacht asing yang masuk, akan mendorong tumbuhnya investasi untuk membangun fasilitas pendukung seperti marina dan yacht club yang belakangan ini mulai dibangun di beberapa tempat di Tanah Air.

Ia menjelaskan, kegiatan reli layar Wonderful Sail2Indonesia (WS2I 2018) akan mulai start dari New Zealand dan masuk ke Indonesia pada 25 Juli melalui entry port di Debut, Kabupaten Maluku Tenggara. Seluruh peserta WS2I sebanyak 70 yachts akan singgah di 21 destinasi titik labuh dengan mengakhiri pelayaran melalui exit port di Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau pada 26 November 2018 mendatang.

Sementara itu untuk reli layar Wonderful Sail Indonesia (WSI 2018) diikuti 20 yachts akan mengambil start dari Darwin dan Cairns, Australia dan akan masuk ke Indonesia melalui entry port di Kupang pada 1 Agustus 2018. Reli ini akan berlangsung pada 1 Agustus hingga 6 Nopember 2018.

Seperti diketahui untuk mendorong percepatan pembangunan wisata bahari pemerintah melakukan deregulasi antara lain dengan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres RI Nomor 79/ 2011, diubah dengan Perpres No 180/ 2014 dan disempurnakan menjadi Perpres No. 105/ 2015) yang memudahkan masuknya kunjungan kapal wisata yacht asing ke Indonesia.

Selain itu bersama stakeholder wisata bahari, Kemenpar telag menyelenggarakan banyak event sail dan reli dengan mengundang club yachts mancanegara di antaranya Sail Bunaken (2009), Sail Banda (2010) Sail Wakatobi Belitong (2011), Sail Morotai (2013), Sail Komodo (2014), Sail Raja Ampat (2015), Sail Karimata (2017), Sail Sabang (2017). Semenara tahun 2018 diselenggarakan Sail Moyo –Tambora 2018, Darwin – Ambon Yacht Race, Sail Maluku, maupun Sail Saumlaki. (Stevani Elisabeth)