Titiek Soeharto Bergabung dengan Partai Berkarya Guna Sejahterakan Rakyat

Titiek Soeharto Bergabung dengan Partai Berkarya Guna Sejahterakan Rakyat

BIOLOGIS - Titiek Soeharto mengatakan, sebagai anak biologis Presiden Soeharto, ia tak bisa berdiam diri untuk tak menyuarakan jeritan rakyat. Karena itu ia memutuskan keluar dari Partai Golkar dan memilih memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya. (Dok/SHNet)
 SHNet, JAKARTA – Satu lagi keluarga Cendana, Siti Hediati Harijadi atau yang lebih dikenal dengan sapaan Titiek Soeharto masuk dan bergabung dengan Partai Berkarya.

Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edho Purdijatno selaku Anggota Majelis Tinggi Partai Berkarya yang juga Ketua Dewan Pertimbangan menilai bergabungnya Titiek Soeharto merupakan sinyal kalau keluarga Cendana selalu akur, rukun, dan solid.

“Mereka punya pandangan sama yaitu ingin mensejahterakan rakyat bersama Partai Berkarya,” kata Tedjo kepada media, Selasa (12/6).

 Bahkan, menurut Tedjo yang juga Ketua Dewan Penasehat PWO IN (Perkumpulan Wartawan Online IndependeN Nusantara), keberadaan Titiek menambah kekuatan kader baru yang mumpuni bagi Partai Berkarya.

“Beliau ini sejak lama sudah terkenal sebagai politisi perempuan yang handal, di mana tenaga dan pemikirannya dibutuhkan Partai Berkarya,” lanjut Tedjo.

Titiek yang saat ini duduk di Komisi IV DPR RI menyatakan mengundurkan diri dari Partai Golkar untuk bergabung dengan Partai Berkarya, dipimpin oleh adik laki-laki bungsunya, Hutomo Mandala Putra atau yang beken dengan nama Tommy Soeharto.

Dalam pernyataan politiknya, ibu satu anak ini mengungkapkan beberapa alasan. Salah satunya, Golkar sebagai pendukung pemerintahan Jokowi dinilainya sekadar mengekor dan Asal Bapak Senang (ABS).

“Sebagai partai besar, sebagai pendukung dan sahabat yang baik, seharusnya bisa memberi masukan hal-hal baik maupun buruk kepada pemerintah,” tulis Titiek dalam pernyataan politiknya

Ia juga menyoroti kondisi  bangsa  saat ini sungguh sangat memprihatinkan, seperti meningkatkatnya pengangguran di tengah banjirnya tenaga kerja asing. Lalu penyelundupan narkoba yang berton-ton, kekayaan alam yang melimpah, tapi dalam memenuhi kebutuhan harus impor.

“Saya sedih …Saya ingin menjerit untuk protes dan menyuarakan hati nurani rakyat..! Tapi saya tidak dapat melakukan hal itu.. karena saya sebagai orang Golkar.. partai pendukung Pemerintah. Saya adalah anak biologis Presiden Soeharto. Saya tak bisa berdiam diri untuk tak menyuarakan jeritan rakyat. Oleh karena itu saya memutuskan keluar dari Partai Golkar dan memilih memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya,” tulis Titiek lagi.  (Nonnie Rering)