Susu Kental Manis Akan Diatur Bukan Untuk Sajian Utama, Ini Kata BPOM

Susu Kental Manis Akan Diatur Bukan Untuk Sajian Utama, Ini Kata BPOM

Sinar Harapan – Kandungan gula yang berlebihan pada susu kental manis memang tinggi, walaupun hingga saat ini dikonsumsi banyak orang. Parahnya masih ada yang menggunakan susu kental manis sebagai minuman utama konsumsi. BPOM menegaskan bahwa susu kental manis hanya akan menjadi pelengkap makanan saja seperti berfungsi sebagai pemanis di kue maupun es buah.

Hal itu karena kandungan gizi dalam produk susu kental manis mengandung lemak susu sebesar minimal 8 persen, protein (Nx6,38) minimal sebesar 6,5 persen dan tidak memiliki total padatan susu, sehingga inilah yang menjadikan BPOM mempertimbangkan SKM hanya sebagai pelengkap makanan.

Perihal serupa juga diberikan oleh  peneliti dan pakar nutrisi bernama Rita Ramayulis menyebutkan bahwa susu kental manis kaya akan kandungan gula dan susu. “Jika kita mengonsumsi gula lebih banyak dari yang tubuh butuhkan, maka risiko untuk mengalami sensitivitas insulin yang akhirnya berimbas pada hiperglikemia atau gejala awal diabetes pun meningkat,” ucap Rita.

BPOM juga mengatakan bahwa susu kental manis tidak sama dengan produk susu yang sesungguhnya seperti UHT, susu pasteurisasi, susu steril, susu segar, dan susu skim. Bahkan BPOM mengingatkan aturan resmi pemerintah mengenai Label dan Iklan Pangan yang meminta agar iklan produk susu kental manis memperhatikan beberapa hal yang harus diperhatikan produsen susu kental manis.

Kini BPOM telah mengeluarkan surat edaran Tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3). Dalam rangka melindungi konsumen BPOM menegaskan kepada konsumen mengenai Pasal 100 ayat (1) dan Pasal 104 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dan Pasal (5) ayat (1) dan Pasal 44 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan yang meminta agar iklan produk susu kental manis agar memperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 tahun dalam bentuk apapun
  2. Dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk susu kental dan analognya (kategori pangan 01.3) disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi. Produk susu lain antara lain susu sapi/susu yang dipasteurisasi/susu yang disterilisasi/susu formula/susu pertumbuhan
  3. Dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman
  4. khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak
  5. Produsen/ importir/ distributor produk susu kental dan harus menyesuaikan dengan surat edaran ini paling lama enam bulan sejak ditetapkan.