Surat kaleng/Selembaran Gelap Beredar Di Jateng

Surat kaleng/Selembaran Gelap Beredar Di Jateng

Semarang, 18 Juni 1976 – Sungguh patut disesalkan di saat menjelang Pemilu dirasakan suhu kurang enak dengan dan tingkah laku sementara pihak yang cenderung dapat menimbulkan gangguan stabilitas keamanan daerah, demikian Panglima Kodam VII/Diponegoro Mayjen Jasir Hadibroto pada upacara tujuh belasan di Stadion Diponegoro Semarang.

Tindakan tersebut antara lain menyebarkan surat kaleng berantai, selembaran gelap ramalan “hari Kiamat” serta pengedaran tanda gambar Pemilu yang dicetak oleh suatu percetakan tertentu di daerah Jawa Tengah.

Dalam amanatnya tertulisnya ditandaskan bahwa di daerah ini telah dilakukan pra-kampanye yang dilakukan oleh sementara pihak dengan memanfaatkan peringatan hari besar tertentu bahkan lebih dari itu terdapat oknum secara licik memutar balikkan keadaan yang sebenarnya terjadi di daerah Jateng melalui pers Ibukota sehingga dapat menimbulkan pra-anggapan yang keliru pada sementara orang.

Semua ini memerlukan kewaspadaan diantara kita untuk tidak terpancing oleh isu ataupun suatu pemberitaan yang dapat mengganggu Kamtibmas dan kemantapan ketahanan nasional.

Aliran
Ditambahkan lebih lanjut di daerah Jateng dan di Yogyakarta masih ada aliran kepercayaan masyarakat yang sebenarnya telah dilarang tetapi masih melakukan kegiatannya di beberapa daerah diantaranya aliran “Manunggal” di Purworejo.

Disamping itu perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap kegiatan yang menamakan dirinya “Agama Baru” yang disinyalir berada di daerah Jawa Tengah dan DIY sehingga suasana menjelang Pemilu benar-benar segar dan jernih dari pengaruh negatif. (SH)