Secara Politis Hak Menentukan Nasib Sendiri Sudah Diselesaikan

Dengan Petisi Rakyat Timtim

Secara Politis Hak Menentukan Nasib Sendiri Sudah Diselesaikan

Jakarta, 8 Juni 1976 – Ketua DPR-RI KH. Idham Chalid mengatakan secara politis hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Timor Timur sudah dapat diselesaikan dengan adanya petisi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Timor Timur.
Hal ini dikemukakan dalam sambutannya pada sidang paripurna DPR Selasa pagi ketika mendengarkan sambutan Kepala Ekskutif PSTT.

Dikatakan selanjutnya penentuan status daerah Timor Timur sudah tidak ada persoalan lagi.
Apalagi yang hendak dipermasalahkan, demikian Idham Chalid, kalau hak menentukan nasib sendiri sudah dilaksanakan oleh rakyat yang bersangkutan sendiri.
Kiranya soal petisi dari rakyat Timor Timur yang telah disampaikan kepada Presiden/Mandataris MPR RI tinggallah soal prosedur dan formil, kata Ketua DPR.

Tantangan
Ditekankan lagi, justru yang perlu mendapat perhatian jauh dari mulai sekarang ialah untuk membangun suatu daerah yang sudah empat abad terlantar karena penjajahan.
Dalam bidang pembangunan, demikian Idham Chalid, cukup banyak terdapat tantangan yang harus diatasi namun ada keyakinan bahwa dengan kemauan keras serta keuletan perjuangan dari kita semua semuga Tuhan Yang Maha Esa meridhoi kita untuk membangun pula di Timor Timur dengan sebaik-baiknya.

Mengawali sambutannya ini, Idham Chalid menekankan kunjungan delegasi PSTT yang menyampaikan pidato dalam suatu sidang pleno DPR-RI akan tercatat sebaik-baiknya oleh DPR sebagai peristiwa penting.

Tetapi, demikian Idham Chalid, kunjungan delegasi PSTT mendapat tempat secara khusus dalam sejarah DPR-RI.
Menurut Ketua DPR-RI hal ini disebabkan karena delegasi tersebut berasal dari salah satu kepulauan nusantara dan segenap delegasi tidak lain adalah satu keturunan yang tidak berbeda seperti bangsa Indonesia lainnya.

Mendesak
Arnaldo Dos Reis Araujo, Kepala Ekskutif PSTT dalam sambutan di depan sidang paripurna DPR-RI itu antara lain mendesak agar petisi yang telah disampaikan mendapat perhatian dan segera diterima.

Dikatakan, kedatangan delegasi ini untuk menyampaikan petisi sebagai cetusan daripada kebulatan tekad rakyat Timor Timur untuk segera mewujudkan bersatunya kembali rakyat Timor Timur dengan rakyat Indonesia.

Rakyat Timtim sudah siap untuk berintegrasi dengan RI. Ditambahkan oleh Arnaldo Dos Reis Araujo, siapapun juga dapat melihat dan merasakan bagaimana rakyat Timtim sudah tidak sabar lagi menunggu.
Dalam kesempatan ini, Ketua Ekskutif PSTT mengajukan undangan kepada DPR-RI untuk dapat datang ke Timor Timur melihat dan membuktikan sendiri sampai dimana ketidak sabaran rakyat Timor Timur untuk kembali bersatu dengan keluarga besar Indonesia.

“Sampaikanlah kebulatan tekad kami kepada pemerintah RI dan seluruh rakyat Indonesia melalui sidang DPR-RI ini bahwa kami sudah tidak sabar lagi menunggu dan mendesak agar segera menerima petisi ini sehingga proses integrasi secepatnya terwujud sepenuhnya”, demikian Arnaldo Dos Reis Araujo.
Sidang paripurna DPR-RI yang dipimpin oleh Ketua DPR-RI KH. Idham Chalid dengan didampingi oleh para wakil ketua dan mendapat perhatian yang cukup besar dari para anggota DPR-RI.

Disamping kehadiran para anggota DPR-RI juga nempak para karyawan DPR dan MPR turut memenuhi ruang sidang. Dari pihak pemerintah nampak hadir sebagai undangan Menteri Dalam Negeri Amir Machmud dan Menteri Luar Negeri Adam Malik. (SH)