Presiden Terima Petisi Integrasi

Perutusan Timtim Di Istana Merdeka

Presiden Terima Petisi Integrasi

Jakarta, 7 Juni 1976 – Presiden Soeharto Senin pagi didampingi oleh Ketua DPA, Ketua Mahkamah Agung dan sejumlah menteri menerima petisi pengintegrasian Timor Timur ke dalam negara kesatuan RI yang ditandatangani oleh Kepala Pemerintah Sementara Timor Timur (PSTT) dan Ketua MPR Timor Timur.

Dalam suatu upacara sederhana di Istana Merdeka, Presiden Soeharto dalam sambutannya mengatakan, sebelum pengintegrasian Timor Timur ke dalam negara kesatuan RI berlangsung secara resmi, pemerintah terlebih dulu akan mengirim tim terdiri dari unsur pemerintah, DPR-RI serta wakil berbagai organisasi masyarakat untuk sekali lagi menyaksikan kemauan rakyat Timor Timur.

“Bukannya kami tidak percaya kepada Proklamasi Balibo, bukannya kami tidak yakin akan petisi yang saya terima hari ini, bukan pula kami ragu terhadap saudara semua pemimpin rakyat yang berani dan kami kagumi, akan tetapi agar rakyat Indonesia yang berdaulat itu dapat menyaksikan sendiri dan berbicara dari hati ke hati dengan saudaranya di sana. Dengan demikian maka dapat diambil putusan yang tetap dan mantap mengenai pengintegrasian ini”.

Tidak asing
Rakyat Timor Timur, kata Kepala Negara, akan bergabung dengan saudara sekandung di Republik Indonesia yang juga telah berjuang ratusan tahun untuk kemerdekaannya dan telah tiga puluh tahun merdeka.

Kami akan menerima saudara seperti apa adanya dengan segala suka duka kami, dengan segala perjuangan pembangunan yang kini sedang giat-giatnya kami lakukan. Kami percaya saudara akan bergabung dengan kami seperti kami adanya itu.

Karena itu setelah resmi bergabung nanti, demikian Kepala Negara selanjutnya kami ajak saudara untuk berjuang bahu membahu membangun bersama-sama masa depan kita bersama dalam negara kesatuan yang berdasarkan UUD 45, Kepala Negara mengatakan bahwa ia tidak merasa kedatangan tamu asing saat ini. Tetapi merasa bertemu kembali dengan saudara sekandung yang telah sangat lama terpisah. (SH)