Pers Tidak Perlu Takut Kemukakan Pendapat

Kaskopkamtib Tegaskan Lagi

Pers Tidak Perlu Takut Kemukakan Pendapat

Jakarta, 9 Juni 1976 – Kaskopkamtib Laksamana Sudomo dalam ceramahnya pada Pekan Pers Nasional di Hotel Sahid Rabu siang mengatakan tidak perlu ada ketakutan di kalangan pers dalam mengemukakan pendapat. Pemerintah selalu menjamin pers untuk mengemukakan kritiknya sepanjang yang dikemukakan itu merupakan fakta.

Sudomo juga menyanggah bahwa apa yang disebut pers bebas dan bertanggung jawab adalah pers yang dibatasi. Ia mengakui bahwa memang dalam pengertian tanggung jawab itu pada hakekatnya suatu pembatasan yaitu pertama pembatasan bahwa kita harus mengerti situasi dan kondisi dewasa ini, kedua memiliki sikap kewaspadaan. Di dunia ini tidak ada satu pun negara yang bebas dari tantangan dan ancaman.

Tantangan dan ancaman itu bukan subversi saja tetapi justru pembaharuan itu sendiri merupakan tantangan karena pembangunan yang menciptakan pembaharuan menimbulkan berbagai aspek kemasyarakatan di mana terjadi perubahan nilai dalam masyarakat.

Bagi masyarakat itu sendiri yang tidak cepat menyesuaikan diri terhadap perubahan nilai itu tentu akan terjadi pembenturan antara nilai lama yang ditinggalkan dan nilai baru mulai tumbuh.
Jika kita hendak mengartikan pers bebas dan bertanggung jawab secara konkrit menurut Sudomo tersimpul dalam pengertian anjuran untuk tidak melakukan siap menghasut, insinuasi, spekulasi dan sensasi.

Pengertian tersebut dikenal dengan formula MISS. Dalam alam demokrasi Pancasila hubungan pers dan pemerintah hendaknya sebagai partner dan tidak sebagai oposisi, oleh karena itu Sudomo mengharapkan untuk saling berkomunikasi.
Diakui oleh Sudomo bahwa di daerah memang komunikasi belum lancar karena itu disarankan kepada pers daerah untuk memulai pendekatan dengan aparat daerah termasuk Laksusda.

Meskipun pihak Kopkamtib sendiri telah menginstruksikan agar Laksusda tersebut bersikap terbuka.
Mengenai Pemilu Sudomo mengharapkan agar semua pihak mematuhi peraturan yang ada sehingga pemilu tersebut dapat berjalan baik. Ditegaskan bahwa masa kampanye baru boleh dilakukan sekitar bulan Februari 1977 atau 60 sebelum pemungutan suara. (SH)