Pemerintah Desa Kopang Rembiga Kemas Tiga Potensi Wisata

Pemerintah Desa Kopang Rembiga Kemas Tiga Potensi Wisata

Gendang Beleq akan dikembangkan menjadi wisata budaya di Desa Kopang Rembiga, Lombok Tengah, NTB. (Ist)

SHNet, Kopang Rembiga- Pemerintah Desa Kopang Rembiga, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai melirik potensi wisata yang ada di daerah tersebut. Pemerintah desa tengah berupaya mengembangkan tiga potensi wisata yakni river tubing, wisata budaya dan kuliner.

Kepala Desa Kopang Rembiga Widianto mengatakan, pemetaan serta konsep destinasi wisata di desa yang berjarak 30 Km dari kota Mataram ini sudah ada. “Kami akan kembangkan wisata river tubing dimana para wisatawan bakal melintasi Sungai Otak Dise-Renggung dengan jalur perlintasan belasan kilometer,” ujarnya.

Pemerintah desa juga tengah mengembangkan wisata budaya. Hal tersebut didukung dengan keberadaan sejumlah sanggar seni seperti seni tari, drama, gamelan, gendang beleq dan kesenian lainnya.

Wisata kuliner pun bakal dikembangkan di Desa Kopang Rembiga. Masyarakat yang ada di beberapa dusun di sana memiliki kelompok usaha yang beraneka ragam. “Untuk menggaet lebih banyak lagi wisatawan yang datang ke desa , di setiap dusun kami siapkan rumah-rumah warga sebagai homestay,” ujarnya.

Belum lama ini, pemerintah Desa Kopang Rembiga lalu telah melaunching Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang diberi nama Pokdarwis Kopang Rinjani Shelter.

Menurut Widianto, Pokdarwis ini merupakan awal baru bagi desanya untuk mengembangkan kawasan wisata pedesaaan yang sangat potensial. Karena jika melihat potensi alam maupun pemetaan wilayah, desanya berada di tengah-tengah Pulau Lombok yang juga dilalui oleh jalur perlintasan nasional.

Sementara itu, Deputi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI, Sofian mengatakan, apapun yang dikembangkan oleh desa di bidang pariwisata secara umum bisa mempengaruhi pertumbuhan perekonomian desa.

Dan itu pula akan menjadi indikator penurunan angka kemiskinan di daerah. Untuk itu, bagi Pokdarwis Rinjani Shelter, ia berpesan hendaknya dalam pengembangan tiga destinasi wisata yang bakal dioperasikan tersebut menjadi awal kemunculan objek-objek wisata baru lainnya di desa.

Mengenai permodalan yang kerap menjadi kendala warga untuk bisa mengakses dampak dari objek wisata harus menjadi perhatian Pemdes. Caranya, desa bisa memfasilitasi warga melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). (Stevani Elisabeth)