Pemerintah Akan Umumkan Penarikan Uang Kertas Sudirman Rp. 1.000

Pemerintah Akan Umumkan Penarikan Uang Kertas Sudirman Rp. 1.000

Jakarta, 2 Juni 1976 – Sehubungan dengan diedarkannya uang kertas baru pecahan Rp. 1.000 mulai tanggal 1 Juni 1976. Gubernur Bank Indonesia, Rachmat Saleh menegaskan hari Selasa bahwa beredarnya uang kertas baru itu dengan seri Pangeran Diponegoro tidak akan menambah uang yang beredar.

Menjelaskan hal ini kepada pers di Cendana setelah ia bersama Menkeu Ali Wardhana hari Selasa melapor kepada Presiden Soeharto di Cendana. Rachmat Saleh menekankan bahwa uang ribuan yang masih beredar sekarang seri Sudirman secara berangsur ditarik peredarannya dan masih tetap berlaku.

Uang kertas baru seri Diponegoro yang berwarna biru dan besarnya mirip uang kertas Rp. 5.000 itu mempunyai water mark dan di bagian belakang gambar orang sedang meluku.
Ciri khusus dari uang baru ini ialah segi lima cetak timbul yang bisa diraba oleh tuna netra.

Jumlah uang Rp. 1.000 yang sekarang ini sedang beredar menurut Rachmat Saleh mencapai 220 juta lembar.
Mengenai jumlah uang yang dipalsukan, Gubernur Bank Sentral mengatakan sebetulnya tidak banyak. Tapi akibat pemberitaan ada sementara kalangan yang was was.

Bila dilihat dari jumlah uang beredar, uang yang dipalsukan tidak ada artinya, demikian Gubernur Bank Sentral Rachmat Saleh.
Sementara itu pihak Direksi Bank Indonesia menjelaskan bahwa untuk sementara waktu diperedaran akan ada dua jenis uang kertas Rp. 1.000.

tentang penarikan uang kertas Sudirman Rp. 1.000 akan diumumkan nanti. Masyarakat tidak perlu tergesa-gesa untuk menukarkan uang kertas Rp. 1.000 yang lama.
Uang kertas baru itu ukurannya sedikit lebih kasar dari yang lama, warnanya biru tua, hijau, ungu dan kuning. Ukurannya 158 Mm X 79 Mm (lihat gambar). (SH)