Pemasukan Desa Ini Rp20 Juta per Hari dari Homestay

Pemasukan Desa Ini Rp20 Juta per Hari dari Homestay

Teluk Jering, Riau. (Dok.Dinas Pariwisata Provinsi Riau)

SHNet, Jakarta- Teluk Jering merupakan sebuah desa di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau yang mulai dipromosikan lewat media sosial khususnya untuk destinasi wisata.

Yang menakjubkan, Teluk Jering yang juga merupakan desa wisata, mampu memperoleh pemasukan Rp20 juta per hari dari homestay. “Homestay di Riau sudah berkembang khususnya di Teluk Jering. Di sana, pemasukan dari homestay mencapai Rp250 juta per minggu atau rata-rata Rp20 juta per hari,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Fahmizal Usman usai Launching Angurah Pesona Indonesia (API) 2018, di Kementerian Pariwisata, Selasa (5/6).

Menurutnya, di desa ini, rumah-rumah penduduk dijadikan homestay. “Sudah ada 20 homestay yang dikelola oleh masyarakat dan zero APBD,” ujarnya. Fahmi mengatakan, masyarakat Teluk Jering sebagian besar mata pencahariannya sebagai petani karet (nahi getah).

Namun, beberapa tahun belakangan ini, mereka tertarik untuk mengelola pariwisata yang ada di desanya. Apa yang menarik dari Teluk Jering ini, sehingga banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke sana?

Desa ini terletak dipinggir Sungai Kampar dan memiliki pemandangan yang sangat menarik yaitu hamparan rumput hijau yang luas yang bisa menyegarkan mata dan juga pinggiran sungai yang mempunyai pasir pantai.

Karena pasir di pinggir sungai menyerupai pasir pantai yang berwarna putih, maka destinasi wisata tersebut dijuluki Pantai Cinta. Lokasinya juga tidak jauh dari Pekanbaru, sekitar 16 km.

Banyak warga yang berasal dari Pekanbaru dan daerah lainnya sengaja berkunjung ke Teluk Jering untuk liburan, berfoto, berenang, dan sebagainya. Warga desa tidak hanya menyediakan homestay, tetapi mereka juga menyediakan fasilitas untuk wisata air seperti banana boad.

“Untuk saat ini, kunjungan wisatawan ke Teluk Jering masih didominasi wisatawan nusantara (wisnus),” kata Fahmi. (Stevani Elisabeth)