Peking Mengerti Posisi RI Dalam Masalah Normalisasi

Peking Mengerti Posisi RI Dalam Masalah Normalisasi

Jakarta, 12 Juni 1976 – Pimpinan RRC di Peking telah menanyakan berbagai masalah mengenai Indonesia kepada PM Singapura yang baru-baru ini berkunjung ke RRC.

Menurut suatu sumber diplomatik di Jakarta, Peking menanyakan mengenai posisi Indonesia yang sebegitu jauh masih belum mempunyai tanda kearah normalisasi hubungan diplomatik dengan RR China.

Hubungan Jakarta – Peking terputus sesudah terjadi G30S/PKI.
Pemimpin di Peking menurut sumber “SH” itu mengatakan masih tetap bersabar sampai Indonesia merasa sudah siap guna menormalisasi hubungan itu.

Dengan kepergian Lee Kuan Yew ke RR China itu maka semua Kepala Pemerintahan anggota ASEAN sudah mengadakan kunjungan resmi ke Peking, tinggal Indonesia yang belum. Oleh karena itu sekembalinya pemimpin empat anggota ASEAN tersebut dari kunjungan mereka.

Indonesia selalu memperoleh informasi penting mengenai hasil kunjungan. Apakah itu langsung dari Kepala Negara bersangkutan, melalui Menlu-nya atau melalui Dubes mereka di Jakarta.

Pernyataan Peking yang menyokong kerjasama ASEAN kelihatannya dipercaya juga oleh negara ASEAN.
“Sebegitu sengit persaingan Peking – Moskow sehingga Peking melakukan apapun untuk bersahabat dengan negara Asia Tenggara yang selalu jadi arena perebutan kekuasaan”, kata sumber “SH”.

Namun demikian pada pertemuan tahunan Menlu-Menlu ASEAN ke-IX di Manila penghujung bulan ini agaknya akan dimanfaatkan Indonesia untuk mendengarkan kembali semua hasil kunjungan rekan-rekannya ke Peking selama ini.

Kita akan mengetahui nanti apakah pernyataan dari Peking itu singkron dengan pembicaraan dengan ASEAN yang sudah berkunjung ke RR China, berkata seorang diplomat ASEAN. Walaupun ini tidak diartikan bahwa Indonesia sedang mempersiapkan normalisasi hubungan diplomatik dalam waktu dekat sekali dengan Peking. (SH)