Mensos Berikan Dukungan dan Motivasi Kepada Keluarga Korban Kapal Tenggelam

Mensos Berikan Dukungan dan Motivasi Kepada Keluarga Korban Kapal Tenggelam

Menteri Sosial Idrus Marham memberikan motivasi bagi keluarga korban kapal tenggelam di Danau Toba. (Dok. Humas Kemensos)

SHNet, Simalungun – Menteri Sosial Idrus Marham mengunjungi keluarga korban tenggelamnya KM. Sinar Bangun 5 di Pelabuhan Fery Tiga Ras Simalungun Sumatera Utara, Minggu (24/6).

“Pada hari ini saya selaku Menteri Sosial hadir di tengah-tengah Bapak Ibu sekalian tentu merupakan bagian integral dari yang sudah dilakukan pemerintah. Atas nama pemerintah kami menyampaikan rasa duka yang mendalam dan kehadiran saya kali ini sekaligus menyampaikan pernyataan duka cita Presiden Pak Joko Widodo. Beliau menitipkan salam dan dapat memahami perasaan yang Bapak Ibu alami,” tutur Mensos.

Dalam pertemuan dengan keluarga korban dan Mensos menyampaikan lima hal penting yang dipesankan Presiden Joko Widodo.

Pertama, pemerintah berusaha secara maksimal menemukan korban. Sebagai bukti adalah penambahan peralatan pendukung penyelamatan.

“Panglima TNI, Kapolri, Menteri Perhubungan dan Kepala Basarnas sudah berusaha dan sekarang sudah mendatangkan peralatan yang bisa menjangkau 2.000 meter. Kalau kita punya keyakinan kapal itu ketemu pasti orang-orang yang ikut di kapal itu juga kita ketemukan apapun kondisinya,” katanya.

Kedua, Presiden juga meminta kepada Menteri Sosial dan jajarannya agar mengurus keluarga korban. Untuk itu Kemensos yang dalam klaster penangnanan kebencanaan bertugas dibidang logistik, maka dalam musibah ini Kemensos mendirikan Dapur Umum Lapangan.

“Dapur umum ini dikelola oleh Tagana dari Kementerian Sosial bersama TNI POLRI, BASARNAS dan Pemda Simalungun.

Dan hari ini juga kami menyerahkan satu mobil lagi untuk dapur umum supaya mobil itu bisa mobile untuk memastikan bahwa keluarga dari orang-orang yang ikut di kapal itu bisa dapat tercukupi kebutuhan permakanannya,” terang Mensos.

Ketiga, lanjutnya, Presiden meminta Kementerian Sosial turut membantu meringankan beban keluarga para korban.

“Kita harus memberikan bantuan kepada mereka, dan kita sudah tahu bahwa kapal itu melebihi dari kapasitas yang ada. Kapal itu hanya muat 40 sampai 50 tetapi memuat lebih dari 200. Itu artinya tidak mungkin ada manifes, karena itu kita bantu semuanya,” tegasnya.

Untuk korban yang belum ditemukan Idrus menyatakan akan menunggu hasil pencarian yang dilakukan oleh Tim Rescue.

“Jika mereka tidak ditemukan, Kemensos akan menyiapkan santunan ahli waris setelah ada rekomendasi dari Bupati yang menjelaskan identitas keluarga korban meninggal,” katanya, bahkan yg selamat juga kita bantu.

Keempat, penataan pengelolaan Danau Toba. Sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik wisatawan domestik dan mancanegara, infrastruktur telah ditata serius sesuai arahan Presiden. Kementerian Perhubungan telah mengembangkan bandara, kapal laut, dan dermaga guna mendukung pariwisata Danau Toba.

“Danau Toba adalah destinasi wisata dunia, maka infrastruktur menjadi prioritas Presiden. Pembangunan dan pengembangan yang telah dilaksanakan hendaknya terus dijaga dan dikelola dengan sebaik-baiknya,” kata Menteri Idrus.

Pesan terakhir atau kelima, bagi pengusaha transportasi laut yang tidak mau disiplin dan tidak mau ikut aturan terkait keamanan penumpang, maka izinnya akan dicabut.

“Pemerintah akan tindak tegas para pengusaha transportasi laut yang bandel dan tidak mau ikuti aturan yang ada. Bila perlu izinnya dicabut. Presiden tegas menekankan tidak boleh ada korban jiwa lagi,” terang Mensos.

Berdasarkan data dari Posko Pencarian Korban KM Sinar Bangun terdapat 1.730 relawan yang tergabung dalam tim pencarian korban. Mereka terdiri dari personel Basarnas 120 orang, TNI 350 Orang, Polri 350 orang, Dishub 100 orang, Pemprov 400 orang, unsur potensi gabungan 410.

Untuk meringankan penderitaan korban dan mendukung operasional posko, pada kesempatan tersebut Mensos menyerahkan bantuan sebesar Rp649,6 juta kepada keluarga korban dan Pemerintah Daerah Simalungun.

Bantuan yang diserahkan terdiri dari santunan kepada dua ahli waris korban meninggal masing-masing Rp15 juta senilai 30 juta, sembako kepada keluarga korban 100 paket senilai 10 juta, santunan kepada korban selamat untuk 18 orang masing-masing 2,5 juta senilai 45 juta, bantuan paket lauk pauk siap saji sebanyak 250 paket senilai Rp63,5 juta, lauk pauk lokal senilai Rp20 juta, sembako untuk ahli waris senilai Rp400 ribu dan satu unit Mobil Umum Dapur Umum Lapangan senilai Rp465, 6 juta untuk Dinsos Kabupaten Simalungun. (Stevani Elisabeth)