Ketua dan Anggota KPU Rote Ndao Tidak Diberhentikan

Ketua dan Anggota KPU Rote Ndao Tidak Diberhentikan

 

SHNet, KUPANG—Ketua dan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rote Ndao Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap aktif menjalanan tugas dan tidak diberhentikan.

“Yang benar Ketua KPU diberhentikan tetap dari jabatannya dan empat anggota yang lain diberi peringatan keras,” kata Juru Bicara KPU NTT, Yosafat Koli, Selasa (12/6/2018).

Ia menyampaikan, keputusan terakhir  yang benar. Menurut keputusan terakhir itu tidak benar ketua dan anggota KPU Rote Ndao itu diberhentikan. Ketuanya diberhentikan secara tetap dari jabatannya sebagai ketua, dan tiga anggota diberi peringatan keras.

Yosafat mengatakan itu menanggapi pemberitaan bahwa ketua dan anggota KPU Rote Ndao diberhentikan. Sebagaimana ramai diberitakan media, Ketua KPU Rote Ndao, Berkat NMF Ngulu, dan anggotanya dibehentikan dari jabatan dan posisi mereka sebagai ketua dan anggota KPU Rote Ndao.

Ketua dan  anggota KPU Rote Ndao  diadukan Jonas Matheos Sely, seorang PNS di Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Jonas mengadukan KPU Rote Ndao karena  menetapkan Drs. Mesakh Nitanel Nunuhitu sebagai calon Bahupati Rote Ndao, padahal  yang bersangkutan masih berstatus PNS aktif.

Dalam sidang etik atas kasus ini, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengabulkan permohonan Jonas selaku penggugat.

Yosafat membenarkan keputusan DKPP itu. Hanya mereka tidak diberhentikan dari KPU. Dan yang benar dalam putusan itu DKPP memberhentikan secara tetap dari jabatan Ketua KPU Rote Ndao untuk ketua selaku teradu satu. Sedangkan anggota yang lain, yakni Lukas D. Saudale (teradu dua), Fadjar Th. M Henukh (teradu tiga), AJ Ndoen (teradu empat) dan Hofra A Anakay (teradu lima) diberi peringatan keras. “Ini salinan putusan yang benar. Putusan ini ditetapkan DKPP dalam sidang etik 6 Juni 2018,” kata Yosafat.

Meski dijatuhi hukuman seperti itu, ketua dan empat anggota KPU Rote Ndao tetap bekerja seperti biasa. Semua tahapan dan proses pemilu kada di Rote Ndao tetap berjalan seperti biasa.

Merespon putusan DKPP itu, KPU NTT sudah mengambil beberapa langkah dan sikap. Pertama, KPU NTT mengeluarkan surat keputusan memberhentikan Ketua KPU Rote Ndao dari jabatannya sebagai ketua. Kedua, mengeluarkan surat peringatan keras kepada seluruh anggota KPU Rote Ndao, dan ketiga, mengeluarkan surat perintah untuk memilih salah satu dari anggota KPU Rote Ndao untuk menjadi ketua.

Secepatnya KPU NTT akan mengirim semua surat itu supaya semua proses dan tahapan pemilu di Rote Ndao tetap berjalan sebagaimana biasa.(DA)