Ini Strategi Riau Mendulang Wisatawan

Ini Strategi Riau Mendulang Wisatawan

Bono, salah satu event pariwisata Provinsi Riau mampu mendulang kunjungan wisatawan. (Ist)

SHNet, Jakarta- Provinsi Riau pada 2017 berhasil menjadi juara umum Anugrah Pesona Indonesia (API). Memegang gelar juara umum, tentu memberikan dampak yang luar biasa bagi pariwisata di Riau.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Fahmizal Usman menjelaskan, dahulu pariwisata di Riau belum terkenal. Pemerintah daerah waktu itu masih terbius dengan minyak dan sawit.

“Pada 2015, kita dorong pariwisata Riau dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat dengan memvote dan akhirnya kami jadi juara umum API. Akibat Riau juara umum, sudah banyak investor tertarik mengembangkan destinasi wisata dan CSR,” ujarnya pada Launching Anugrah Pesona Indonesia (API) 2018, di Kementerian Pariwisata, Selasa (5/6).

Kunjungan wisatawan baik wisatawan nusantara (Wisnus) maupun wisatawan amancanegara (wisman) terus meningkat. Ia menjelaskan bila dibandingkan dengan tahun lalu, kunjungan wisnus hingga April 2018 meningkat 20% dan wisman meningkat 17%.

Menurutnya, ada beberapa event yang digelar di Riau yang mampu mendulang wisatawan. “Untuk Ramadhan ini saja, kunjungan wisman khususnya dari Malaysia meningkat. Mereka biasanya mengunjungi Istana Siak,” kata Fahmi.

Mereka juga biasa datang Hari Raya Enam di Kampar yang diselenggarakan beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri. “ Hal ini terjadi karena masih ada garis keturunan dan masyarakat Kampar juga ada yang bekerja di Malaysia. Pada perayaan Enam ini, satu desa bisa terjadi 8000 pergerakan wisnus,” lanjutnya.

Pada 30 Juli nanti, di Riau juga akan digelar event Bakar Tongkang. Paket ini, lanjut Fahmi, banyak peminatnya. Tahun 2017, Bakar Tongkang berhasil menjaring 52 ribu wisatawan terdiri dari 20 ribu wisman dan 32 ribu wisnus.

Di Agustus 2018, Riau akan menggelar Pacu Jalur. Paket ini juga banyak diminati wisatawan, sehingga dari sekarang, dia sudah meminta hotel untuk membuat nomadic tourism seperti glamping.

Yang tak kalah menarik adalah Bono. Berselancar di sungai ini memang banyak diminati wisatawan mancanegara. Bahkan paket ini juga dipromosikan oleh para peselancar di Bali. “Pemerintah Provinsi Riau sudah mengeluarkan ratusan milyar rupiah untuk akses ke Bono,” lanjutnya.

Launching Anugrah Pesona Indonesia (API) 2018 di Kementerian Pariwisata, Selasa (5/6). (SHNet/stevani elisabeth)

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana mengatakan, Kementerian Pariwisata mengapresiasi kegiatan API yang diselenggarakan oleh ayo jalanjalan.

“Kita dukung ini karena saya percaya pada awards. Ketika mendidik orang, jauh lebih baik dengan dukungan positif seperti pujian, awards dan sebagainya. Kemenpar percaya pada ayo jalanjalan untuk Pesona Indonesia sebagai paten awardnya

Selain itu, awards yang melibatkan stakeholder, kata Pitana, merupakan cara yang bagus untuk mempromosikan daerah destinasi wisata khususnya yang belum terkenal. Ia mengatakan, selama dua tahun API digelar, bukan Bali atau Jakarta yang menang, tetapi justru NTT dan Riau. “Saya berharap, lewat API ini berdampak baik untuk pariwisata,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)