Dirjen PFM Kemensos Salurkan BPNT

Dirjen PFM Kemensos Salurkan BPNT

Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Andi ZA Dulung. (Dok. Kementerian Sosial)

SHNet, Purworejo- Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial (Kemensos) Andi ZA Dulung menyalurkan secara simbolis Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sekaligus peresmian e-Warong KUBE Rezeki Barokah, di Desa Badungrejo, Kecamatan Bayan, Purworejo, kemarin.

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mulai disalurkan ke 54.975 keluarga penerima manfaat (KPM), Senin (4/6). Masing-masing akan menerima bantuan keuangan senilai Rp 110 ribu per bulan, yang diwujudkan dalam bentuk beras dan telur.

Ia mengatakan, BPNT merupakan inovasi pemerintah dalam menyalurkan bantuan untuk masyarakat miskin. ’’Masyarakat tidak akan terima uang langsung, namun transfer masuk rekening, penerima tinggal belanja di e-Warong. Jika dulu harus keluar uang untuk beli rastra, BPNT gratis,’’ujarnya.

Menurutnya, BPNT dimaksudkan untuk meminimalkan terjadinya penyimpangan dana. Selain itu, pemerintah juga ingin memperbaiki gizi masyarakat kurang mampu yang saat ini dinilai kurang.

Dia menambahkan, saat ini lebih dari 30% anak Indonesia mengalami stunting atau gangguan pertumbuhan fisik dan otak.’’Dikhawatirkan berpengaruh pada generasi Indonesia berikutnya. Untuk itu, dengan dicukupi gizinya, gejala stunting bisa dicegah,’’ kata Andi Dulung.

Sebanyak 15,5 juta penerima rastra di Indonesia akan beralih memperoleh BPNT secara bertahap. Kemensos menargetkan penyaluran BPNT untuk 10 juta masyarakat Indonesia selama tahun 2018, sedangkan sisanya diselesaikan 2019.

’’Kalau penerima Program Keluarga Harapan (PKH), tinggal top up kartunya, sedang yang hanya rastra kami dibuatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru,’’tegasnya.

Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Purworejo Sri Lestariningsih mengemukakan, ada sekitar 7.500-an penerima BPNT di Purworejo yang belum menerima kartu.

Selanjutnya, pemkab memverifikasi ribuan nama tersebut dan mengusulkan kepada Kemensos RI. Diharapkan, usulan tersebut dapat dikabulkan. (Stevani Elisabeth)