Dirjen PFM Harapkan KUBE Mampu Bersaing di Pasaran

Dirjen PFM Harapkan KUBE Mampu Bersaing di Pasaran

Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Andi ZA Dulung saat memberikan arahan dalam Binjut pendamping UEP-KUBE. (Dok. Ditjen Penanganan Fakir Miskin)

SHNet, Bogor- Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Andi ZA Dulung mengharapkan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) mampu bersaing di pasaran.

Hal ini disampaikannya dalam Binjut Pendamping UEP-KUBE Tahun 2017 Angkatan II yang diselenggarakan oleh Direktorat PFM Perdesaan, di Hotel Icon Bogor, kemarin.

Menurutnya, para pendamping UEP-KUBE hendaknya mampu menjadi fasilitator agar KUBE dapat bersaing di pasaran.

Dalam arahannya Dirjen PFM mengatakan anggaran Bansos sebesar Rp 41 triliun tidak akan pas kalau hanya untuk Bansos saja, maka dari itu harus ada pemberdayaan yang dimulai dengan para Pendamping UEP-KUBE sehingga masyarakat miskin mampu keluar dari lingkaran kemiskinan.

Ia menambahkan, banyak pendamping yang kontraknya sudah habis namun, masih mendampingi masyarakat sekitar.

“Ini membuktikan bahwa banyak pendamping UEP-KUBE yang peduli dengan masyarakat sekitarnya,” ujarnya..

Pada era pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, angka kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Indonesia ((penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) pada September 2017 sebanyak 26,58 juta orang, atau turun 1,19 juta orang dibandingkan Maret 2017 sebesar 27,77 juta orang.

Andi Dulung mengatakan, keberhasilan menurunkan angka kemiskinan tak lepas dari program yang diterapkan pemerintah. Fokus bantuan yang diberikan ditekankan kepada pemberdayaan.

“Karena sesuai arahan Bapak Presiden, di sisa waktu 1,5 tahun ini, kita menginginkan penekanan ke pemberdayaan masyarakat,” kata Andi.

Ia menyebutkan pemberdayaan ekonomi dan sosial menjadi tugas utama para pendamping. Diharapkan, melalui kegiatan pemantapan ini bisa meningkatkan kemampuan pendamping dalam memberikan motivasi kepada masyarakat, khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Tujuan pemantapan dan pendamping adalah untuk mempersiapkan dan menambah pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan bimbingan manajemen dan usaha kepada keluarga,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)