Libur Lebaran, Tim Gabungan Satgas Narkoba Tetap Patroli

Libur Lebaran, Tim Gabungan Satgas Narkoba Tetap Patroli

SHNet, Jakarta – Mencegah masuknya mafia  narkoba internasional  ke Indonesia menjelang hari Raya Idhul Fitri ini, anggota  polisi terus disiagakan diruas-ruas yang dianggap sangat rawan. Tidak itu saja, namun juga terus dilakukan pengejaran terhadap bandar narkoba.

Hal ini ditegaskan oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Daniyanto.

“Kita banyak belajar dari tahun ke tahun. 2015 saat saya di Polda Metro Jaya, saat semua anggota Polri dan TNI melakukan pengamanan Lebaran,” kata Eko Daniyanto, Selasa (12/6/2018).

Kembali dikatakan mantan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya ini lagi, operasi pengejaran terhadap mafia narkoba terus berlanjut. Hal ini guna mencegah mafia narkoba memanfaatkan keramaian arus mudik untuk melakukan penyelundupan barang haram tersebut.

Saya tetap memerintahkan anggota saya melakukan mapping, selidiki target-target operasi yang bergerak, nonstop. Akhirnya kita dapat waktu itu 400 kilogram,” sambung Eko.

Tegasnya lagi, di tahun ini sama. Dimana ada 3 TO besar di laut. Pertama di Anambas, kedua Selat Philips dan ketiga di Selat Andaman Aceh. Dan TO cadangannya Bengkalis Pekanbaru.

Menurut Jenderal bintang satu ini lagi, jangan sampai jalur mudik ini dimanfaatkan oleh mafia narkoba. Menurutnya,  ada tiga target operasi (TO) besar yang diduga akan memanfaatkan jalur laut.

Seperti diwartakan sebelumnya, Bareskrim Polri baru saja mengungkap sindikat narkoba internasional yang menyelundupkan 100 kilogram sabu dan 20.000 pil Happy Five dari Penang, Malaysia ke Batam dan Aceh. Pada awal pengungkapan, polisi menangkap AW, EC dan AR dengan barang bukti 8 kilogram sabu di Bintan, Tanjung Pinang, Batam pada 30 Mei kemarin.

Kemudian F alias A dengan barang bukti 50 kilogram sabu di perairan Idi Rayeuk pada Jumat (8/6). Hari ini polisi menangkap 3 pengendali sindikat tersebut berinisial AH alias H, RM alias Y, M alias B.Berdasarkan hasil penyelidikan digital, polisi kembali menangkap I alias H, M alias R dan M alias T dengan 11 kilogram sabu di perairan Idi Rayeuk, Aceh Timur pada Minggu (3/6). Pengembangan kasus berlanjut keesokan harinya (4/6), di mana Satgas NIC menangkap R alias M dengan 30 kilogram sabu dan 20.000 butir Happy Five di Dusun Blang Mee, Seueubok, Idi Rayeuk, Aceh Timur. (Maya)