Bupati Jember Resmikan Gereja Bersamaan dengan Buka Puasa Bersama

Bupati Jember Resmikan Gereja Bersamaan dengan Buka Puasa Bersama

PERESMIAN - Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR (kiri) saat melakukan tanda tangan peresmian renovasi Gereja Katolik Santo Yusuf di jalan Kartini, Jember, didampingi Mgr. Yang mulia (monsinyur) Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm. (pemkabjember)

SHNet, JEMBER – Indahnya kehidupan bertoleransi sangat terasa di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tak heran lantaran Bupati-nya yang cantik, dr. Hj. Faida, MMR begitu mengagungkan hidup saling menghargai antar umat beragama.

Ini terlihat ketika pada Sabtu (2/6) lalu, ia melakukan peresmian renovasi Gereja Katolik Santo Yusuf di kawasan Jalan Kartini, Jember. Peresmian gereja yang sengaja dilakukan pada sore hari itu sekaligus menjadi kesempatan bagi bupati untuk buka puasa bersama di lokasi gedung gereja Santo Yusuf itu.

“Saya bahagia sekali, Ini sebuah sejarah, pertama kali ada buka puasa bersama di gereja, juga disediakan makanan buka puasa oleh pihak gereja,” kata bupati Jember seperti dilansir pemkabjember.

Menurut bupati berhijab ini, buka puasa itu, menandakan kerukunan umat beragama di Jember begitu luar biasa. Antar umat beragama saling menghormati dan saling menjaga. Soal keimanan itu adalah urusan manusia dengan Tuhannya. Keimanan merupakan sesuatu yang tak bisa dipaksakan.

Pengguntingan pita oleh Bupati Jember disaksikan sejumlah pejabat gereja dan Pejabat Kabupaten setempat dilanjutkan dengan buka puasa bersama di aula gereja. (Pemkabjember)

“Orang yang beriman itu bukan berbeda. Bukan tak bisa bersaudara dan bukan tak bisa bekerja sama. Sebaliknya, justru harus menjadi saudara dan bisa bekerja sama dengan damai,” katanya.

Bupati yang hadir dengan busana muslim lengkap  ini juga mengatakan kalau Jember punya aset yang luar biasa, yaitu Gereja Katolik tertua di Kabupaten Jember. Gereja yang berdiri sejak Indonesia merdeka ini perlu dirawat bersama-sama.

Gereja ini pun diharapkan jadi salah satu destinasi wisata religius. Bisa terbuka untuk umum, dengan sejarahnya yang panjang. Ini akan membuktikan kerukunan umat beragama di Jember terjaga dengan baik.

Peresmian sekaligus renovasi yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila ke-73 itu, diharapkan menjadi menjadi warna penyemangat untuk menjadi lebih baik bagi Jember ke depannya.

Bupati mengitari area gereja yang baru direnovasi didampingi Mgr. Yang mulia (monsinyur) Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm. (Pemkabjember)

Bupati memberikan apresiasi karena pembangunan gereja merespon pesan Pemerintah Kabupaten Jember dengan menjadi contoh gereja yang inklusi, yang menyiapkan akses bagi difabel. Peresmian yang bertepatan pada Bulan Ramadhan menjadi suatu isyarat untuk saling menjaga.

Mgr. Yang mulia (monsinyur) Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm pada saat bersamaan juga menghaturkan terima kasih kepada bupati dan Forkompimda. “Umat Katolik bergembira karena gedung gereja sudah direnovasi, gereja diperindah supaya umat gereja semakin betah,” tuturnya.

“Indahnya gedung memang tak menjamin. Lebih penting indahnya hati. Kalau hati suci, hati sungguh-sungguh memuji Tuhan, dan mengabdi sesama masyarakat dan negara dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Dukungan pejabat pemerintah dirasa bagi umat Katolik. Umat Katolik merasa diterima oleh pemerintah. Karena itu, Gereja Katolik selalu mendukung pemerintah, mendukung pengamalan Pancasila sebagai dasar NKRI.

Ia mengatakan, umat Katolik juga selalu diimbau oleh pemimpin untuk ikut terlibat dalam kehidupan masyarakat, tidak memisahkan diri, tapi terlibat menjadi warga Indonesia yang baik.   (Nonnie Rering)