BBRSBG Kartini Temanggung dan PSAA Alyatama Jambi Raih Top 99 Inovasi...

BBRSBG Kartini Temanggung dan PSAA Alyatama Jambi Raih Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018

Aktivitas Sheltered Workshop BBRSBG Kartini Temanggung, Program terobosan dalam memberikan layanan di luar panti (Dok. BBRSBG Kartini Temanggung)

SHNet, Jakarta- Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini Temanggung dan Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Alyatama Jambi raih Top 99 kompetisi inovasi pelayanan publik 2018.

Pencapaian prestasi ini merupakan komitmen setiap satuan kerja yang ada di Kementerian Sosial (Kemensos) dalam memberikan pelayanan publik yang terbaik.

“Masuknya pelayanan publik Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini Temanggung dan Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Alyatama Jambi dalam Top 99 kompetisi inovasi pelayanan publik 2018 merupakan capaian yang sangat berharga,” ujar Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial Kanya Eka Santi, Senin, (11/6).

Dengan capaian ini menunjukkan bahwa kinerja UPT Kementerian Sosial semakin baik sehingga mampu bersaing dengan berbagai pelayanan yang diberikan oleh Kementerian/Lembaga lainnya.

“Capain tersebut ditunjukkan dengan adanya pengakuan yang diberikan dari Kemenpan RB terhadap kinerja UPT Kementerian Sosial,” kata Kanya yang juga bertindak sebagai koordinator bidang pelayanan publik Ditjen Rehabilitasi Sosial.

Ditjen Rehsos sebagai Center of Excelence Program Rehabilitasi Sosial memberikan penghargaan atas prestasi yang diraih, sehingga mendorong peningkatan motivasi dan semangat berinovasi bagi semua unit pelayanan publik di lingkungan Kementerian Sosial.

Penghargaan diberikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, kepada Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini Temanggung sebagai TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018. Salah satu program yang mendapat apresiasi tersebut adalah Sheltered Workshop (SW), yaitu program terobosan BBRSBG Kartini Temanggung berupa pemberian layanan di luar lembaga.

Sheltered Workshop (SW) Peduli merupakan salah satu upaya menciptakan wadah atau lembaga pendampingan, pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas intelektual (PDI) dalam masyarakat. “SW adalah rehabilitasi sosial berbasis komunitas yang mengedepankan peran dan partisipasi masyarakat serta stakeholders yang berada di masyarakat tempat PDI berada,” ujar Kepala BBRSBG Kartini Temanggung, Murhardjani.

Program PDI diarahkan untuk menciptakan kemandirian melalui berbagai bimbingan oleh kelompok swadaya masyarakat melalui sejumlah kegiatan yang bernilai ekonomis produktif agar mereka memiliki penghasilan. “Melalui program ini, tidak ada lagi penyandang disabilitas yang hidup rentan, terabaikan, termarginalkan serta tidak berdaya,” katanya.

Upaya tersebut sebagai alternatif penyaluran kerja yang paling sesuai bagi penyandang disabilitas intelektual. Penyandang disabilitas intelektual masih berada dalam keluarganya tanpa menjadi beban karena memiliki penghasilan secara mandiri. Program ini sudah berjalan sejak Tahun 2015 di 12 lokasi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sebelumnya, program ini bernama Kampung Peduli yang fokus terhadap pelaksanaan proses rehabilitasi sosial. Sedangkan, program SW selain fokus pada pelaksanaan proses rehabilitasi sosial sesuai dengan tugas dan fungsinya, saat ini juga memaksimalkan berbagai upaya produksi dan pemasaran barang yang bernilai ekonomis.

Kegiatan Temu Penguatan Anak dan Keluarga (TEPAK) dan outbound bagi PM Pesona Surga yang ada di wilayah kota Jambi dan pencairan uang tabungan PM. Uang tabungan diberikan secara bertahap oleh Peksos atau pendamping sosial sesuai kebutuhan PM untuk sekolahnya. Tahun 2018 ada 170 PM Pesona Surga yang masing-masing mendapatkan bantuan sosial dalam bentuk uang sebesar Rp 1 juta (Dok. PSAA Alyatama Jambi).

Sementara itu, Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Alyatama Jambi merupakan lembaga yang memberikan pelayanan kesejahteraan sosial pada anak terlantar.

Sejak Tahun 2007, PSAA Alyatama berinisitatif melakukan optimalisasi pelayanan berupa pelayanan anak asuh luar lembaga melalui pemberian bantuan sosial, penambahan gizi dan perlengkapan sekolah bagi anak terlantar di sekitar lingkungan panti sosial.

Program pelayanan tersebut pada Tahun 2012 menjadi Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak Berbasis Keluarga (Pesona Surga) dengan jangkauan yang lebih luas meliputi kabupaten di Provinsi Jambi.

Pesona Surga merupakan model pelayanan terhadap keluarga yang menghadapi kendala dalam pengasuhan anak, seperti keterbatasan dalam pembiayaan pemenuhan kebutuhan dasar dan pendidikan bagi anaknya. (Stevani Elisabeth)