Bareskrim Sita 100 Kg Sabu, Dari Sembilan Tersangka Sindikat Internasional Malaysia

Bareskrim Sita 100 Kg Sabu, Dari Sembilan Tersangka Sindikat Internasional Malaysia

SHNet, Aceh – Hasil.kerjasama pengungkapan Satgas NIC Bareskrim Polri serta Polda Aceh dan Bea dan Cukai selama sepuluh hari, berhasil ditangkap sembilan  orang tersangka sindikat internasional. Dari sembilan orang tersangka ini, berhasil disita sebanyak 100 kg sabu dan 20 ribu butir H5.

Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto mengatakan, dari hasil 100 kg sabu dan 20 ribu butir H5 ini disita dari tiga tempat kejadian perkara yang berbeda.

” Dan semua ini dikendalikan dari dalam sel oleh narapidana jaringan internasional Malaysia, dalam tiga tahap yang berbeda,”  kata Eko Daniyanto kepada SHNet, Sabtu (9/6/2018) di Medan.

Menurut Eko yang pernah menjabat sebagai Direktur Narkotika Polda Metro Jaya, jajarannya dibantu oleh Polda Aceh dan Bea dan Cuka (BC) telah melakukan pengintaian selama 10 hari. Pengintaian ini diawali dari Natuna, Batam hingga Medan dan Aceh.

Menurutnya,  pengungkapan ini diawali dari informasi adanya sindikat internasional dari Malaysia  yang akan membawa narkoba jenis shabu ke Batam  pada tgl 30 Mei 2018 lalu. Atas informasi itulah,  Satgas NIC Bareskrim Polri menindak lanjuti hasil analisa IT jaringan tersebut yang kemudian dilakukan penangkapan di Jalan Bintan Tanjung Pinang, Batam.

” Dari penangkapan pertama ini, kita berhasil menyita sabu sebanyak 8 kg bersama tiga tersangka yang semuanya adalah bandar lintas negara asal Malaysia. Dari penangkapan tiga tersangka inilah diketahui, bahwa pengendali penyelundupan narkoba ini didalangi oleh seorang narapidana LP Batam,” ujar Eko lagi.

Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan, diketahui bahwa akan ada kiriman barang lagi dari Penang Malaysia yang akan masuk melalui Aceh. Hasil pengintaian anggota dilapangan tidaklah sia-sia, tepat pada tanggal  3 Juni 2018 sekira jam 16.00 wib di TKP II  tepatnya di perairan Idi Rayeek Aceh Timur  35 mil laut berhasil diamankan lagi 3 orang tersangka.

“Dari hasil pengungkapan kedua ini, anggota dan tim berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 11 kg. Dan sabu sebanyak itu dibawa oleh kapal nelayan /boat. Pada saat akan ditangkap, sabu tersebut oleh tiga tersangka sempat dibuang kelaut,”  papar Eko.

Barang bukti sabu sebanyak 11 kg yang dibuang ke laut itu, oleh tim langsung diambil dan berhasil diamankan. Tiga tersangka dari pengembangan kedua, ujar Eko lagi diketahui masih satu jaringan dengan penangkapan pertama.

Tim yang dipimpin oleh Kombes Gembong Yudha ini, kembali berhasil menangkap satu tersangka di Dusun Blang Mee Kelurahan Seueubok Rambong, Kecamata  Idi Rayeuk, Aceh Timur dengan barang bukti sebanyak 30 kg.

” Di tkp ke tiga ini, anggota tidak hanya berhasil mengamankan 30 kg saja namun juga berhasil menyita 20 ribu butir H5. Diwaspadai, masih akan ada kiriman lagi makanya satu tersangka ini kita push dan hasilnya kembali ditangkap 2 orang tersangka dengan barang bukti sebanyak 50 kg,” papar Eko Daniyanto lagi.

Dengan keberhasilan pennagkapan menjelang lebaran ini, kata Eko lagi,  adalah hasil kerja yang tidak sia-sia selama 10 hari dilapangan. Untuk itu ia mengucapkan terima kasih kepada jajarannya, dengan penangkapan hasil 100 kg sabu ini.

“Namun demikian, kita tidak boleh lengah dan terus waspada. Akan titik-titik yang selalu diincar oleh para bandar internasional dari negara tetangga,” trgasnya lagi. (Maya)