Waka Polri, Narapidana Terorisme Telah Menyerahkan Diri

Waka Polri, Narapidana Terorisme Telah Menyerahkan Diri

SHNet, Jakarta – Setelah melewati 36 jam kerusuhan dengan di akhiri  penyanderaan  hingga menewaskan lima orang anggota polisi yang terjadi di Mako Brimob, pagi  Kamis (10/5/2018) ini telah berakhir dengan dilakukannya sterilisasi. Diketahui sebanyak 156 tahanan disebut terlibat dalam penyanderaan.

Wakapolri Komjen Syarifudin mengatakan operasi penyanderaan dan pembunuhan yang dilakukan tahanan rutan Mako Brimob berjalan selama 36 Jam sejak Selasa (8/5) malam.

“Alhamdulillah kita dapat menanggulangi ini. Operasi ini sudah berakhir pukul 07.15 WIB,” kata Syarifudin di Mako Brimob.

Seperti diketahui, terdengar suara dentuman keras sebanyak empat kali di sekitar Rutan Mako Brimob, Kamis pagi. Sejak dibebaskannya Bripka Iwan Sarjana pada Rabu pukul 12.00  wib, situasi di rutan semakin terlihat mencekam pasca-insiden kerusuhan di Mako Brimob.

Dari seberang jalan terdengar perintah, seluruh wartawan yang masih bertugas di sekitar lokasi diminta berjongkok dan merapat ke tepi pagar bangunan.

Anggota Brimob yang berjaga di sekitar rutan juga merapat ke pagar Gereja Gideon yang lokasinya berada di sebelah Mako Brimob.

Syafruddin menyatakan ledakan yang terjadi di Mako Brimob merupakan bentuk sterilisasi pascakerusuhan dan penyanderaan.

“Itu untuk sterlisasi. Kita sedang proses penanggulangan,” kata Syafruddin lagi kepada wartawan yang menanyakan adanya suara keras dari dalam Mako Brimob.

Syafruddin mengatakan para napi teroris telah menyerahkan diri. Polisi yang disandera pun telah dibebaskan.

Berdasarkan informasi dari dalam Markas Badan Pemeliharaan Mabes Polri di sekitar lokasi, terdapat satu kali rentetan tembakan pada pagi hari ini.

Lebih dari 36 jam polisi mengedepankan pendekatan agar tidak ada jatuh korban. Polri kemudian menempuh upaya penanggulangan.

“Tidak ada lagi istilah negosiasi,” kata Syafruddin.

Dalam insiden rusuh Mako Brimob, setidaknya enam orang meninggal dunia. Lima di antaranya merupakan anggota kepolisian, satu orang lainnya adalah narapidana terorisme. (MH)