Untung-Ruginya Krisis Moneter Bagi Indonesia

Jusuf Wibisono SH :

Untung-Ruginya Krisis Moneter Bagi Indonesia

Jakarta, 15 Mei 1971 – Bekas Menteri Keuangan Jusuf Wibisono SH menyatakan, bahwa krisis moneter yang melanda Eropa dewasa ini belum tentu dalam waktu singkat dapat dipulihkan dalam keadaan normal seperti semula.

Jusuf Wibisono yang sekarang menjabat Presiden Perdania mengemukakan selanjutnya, bahwa krisis moneter itu dapat dipulihkan dalam waktu singkat dalam keadaan normal, jika pemerintah Perancis mempunyai pengaruh cukup besar terhadap pemerintah negara Eropa lainnya yang telah mengadakan revaluasi untuk mengembalikan mata uang mereka masing-masing pada kurs-nya yang tetap terhadap dollar.

Dengan terjadinya krisis moneter itu, menurut Jusuf Wibisono, ada baiknya pemerintah Indonesia tetap mengikuti serta memperhatikan dengan cermat setiap perkembangannya. Tidak ada alternatif lain, kata Jusuf Wibisono.

Atas pertanyaan Jusuf Wibisono mengatakan, bahwa terjadinya krisis moneter di Eropa tentu saja membawa akibat untung ruginya bagi Indonesia walaupun sedikit.

Disegi untung dikatakannya, bahwa dengan naiknya nilai tukar Mark Jerman Barat terhadap Dollar Amerika, maka dari bantuan pinjaman yang tidak mengikat (untied loan) yang diterima dari pemerintah Jerman Barat dalam DM Indonesia dapat membeli lebih banyak barang di negara berkembang yang tidak mengadakan revaluasi mata uang mereka seperti Taiwan, Hongkong, Korea Selatan, Singapura, dll.

Hal tersebut diatas menurut Jusuf Wibisono, bisa terjadi jika peraturan berlaku bagi bantuan yang tidak mengikat (untied loan) dari Amerika diterapkan juga bagi bantuan pinjaman Jerman Barat untuk Indonesia.

Disegi ruginya, karena rupiah kita dikaitkan dengan dollar Amerika, maka revaluasi akibat berlakunya floating rate (nilai tukar mengambang) bagi DM di Jerman itu, maka uang Jerman tersebut menjadi lebih mahal nilainya dalam rupiah kita.

Tapi walaupu demikian, dengan terjadinya krisis moneter tersebut saya merasa optimistis, bahwakrisis tersebut tidak akan banyak berpengaruh atas stabilitas mata uang rupiah, demikian Jusuf Wibisono SH. (Ant)