Tiga Sasaran Pokok Dapat Dicapai Dalam Lima Tahun

Kesimpulan Presiden Soeharto

Tiga Sasaran Pokok Dapat Dicapai Dalam Lima Tahun

Kita Akan Lebih Cepat Apabila Masyarakat Mengerti Mengapa Kita Bergerak Ketujuan Itu

Jakarta, 17 Mei 1973 – Presiden Soeharto menyimpulkan tiga sasaran pokok yang harus dapat dicapai dalam masa lima tahun mendatang. Pertama, tersedianya pangan dan sandang yang berkecukupan dengan mutu baik dan harga yang terbeli oleh rakyat banyak. Kedua, kesejahteraan lahir dan batin yang makin merata dan meningkat dengan makin meningkatnya pembangunan ekonomi. Ketiga, Indonesia memperoleh kedudukan yang terhormat dalam pergaulan internasional.

Demikian ditegaskan Kepala Negara dalam amanatnya pada pembukaan Rapat Kerja Gubernur seluruh Indonesia, Kamis pagi di Istana Negara.
Secara khusus Kepala Negara meminta perhatian para Gubernur dengan segenap aparatnya untuk masalah pangan khususnya beras.

Dua masalah pokok
Dua masalah pokok dalam hal ini, kata Presiden ialah peningkatan produksi dan masalah prosesing, distribusinya yang satu sama lain mempunyai hubungan yang kait mengkait. Sedangkan untuk menanganinya diperlukan tindakan yang serempak, terkoordinasi dan dilaksanakan tepat pada waktunya dengan menggunakan cara yang tepat pula.

Bermilyar rupiah – berjuta dollar
Untuk intensifikasi dan ekstensifikasi, pemerintah telah menyediakan ratusan milyar rupiah untuk irigasi, devisa berpuluh juta dollar untuk mengimpor pupuk setiap tahun, bank memberikan kredit bagi petani. “Ini semua adalah kebijaksanaan yang diarahkan untuk mensukseskan peningkatan produksi pangan khususnya beras”, kata Kepala Negara.

Ikuti Bimas
Setiap jengkal sawah yang telah mempunyai pengairan tekhnis hendaknya dapat di “intensifikasikan” bagi petani yang belum mampu memperoleh sarana produksinya sendiri supaya dianjurkan mengikuti bimas. “sebaliknya tidak dapat dibenarkan apabila dengan dalih mencapai target laju mengintensifikasikan sawah yang tidak ada pengairannya”.

Tentang BUUD
Menyinggung BUUD/KUD (Badan Usaha Unit Desa), Presiden katakan pengarahan pembinaannya adalah dalam rangka merintis menciptakan kehidupan gotong-royong dalam masyarakat yang modern dan produktif. Apabila BUUD/KUD menjadi kuat maka bukan saja sasaran ekonomi akan tercapai tetapi juga berarti memberikan isi pada ketentuan UUD 45 yang menyatakan bahwa prekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan. (SH)