Ribuan PTT Kota Kupang Mengaku Dipersulit Bank NTT

Ribuan PTT Kota Kupang Mengaku Dipersulit Bank NTT

 

SHNet, KUPANG-Ribuan
Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau tenaga honorer Kota Kupang mengeluhkan pelayanan Bank NTT cabang Wali Kota Kupang terkait pengambilan uang honor mereka di Bank tersebut.

Alasannya, Bank NTT mewajibkan ribuan tenaga honorer tersebut untuk membuka rekening di Bank NTT cabang Kantor Wali Kota Kupang jika ingin mengambil gaji mereka.

“Padahal diantara ribuan tenaga PTT tersebut, ada yang telah memiliki rekening di Bank NTT namun rekening tersebut tidak berlaku dan harus buka rekening yang baru di kantor cabang kantor Wali Kota Kupang,” kata
Anggota DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek, Jumat (4/5/2018).

Pegawai honorer Kota Kupang sebanyak 1.647 orang. Ada pengeluhan dari mereka karena diharuskan membuka rekening yang baru padahal diantara mereka ada yang sudah memiliki rekening Bank NTT.

Walde menduga ada kepentingan tertentu dari Bank NTT yang mewajibkan ribuan PTT membuka rekening di kantor cabang Kantor Wali Kota Kupang.

“Kita lihat ini jangan sampai ada kepentingan Bank NTT sehingga semuanya harus difokuskan di Kantor Wali Kota. Saya pikir kalau rekeningnya sudah Bank NTT, mau ambil dimana saja bisa kog, masaq hanya boleh ambil disatu cabang. Saya sangat menyayangkan mekanisme seperti ini,” tegas Walde.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, seharusnya Bank NTT bersyukur telah mendapatkan ribuan nasabah baru. Sehingga mekanisme yang dibuat harusnya juga lebih mudah.

Sementara kepala Bank NTT Cabang Kantor Wali Kota Kupang, A. Nunuhitu menjelaskan, rekening yang dibuka PTT tersebut khusus diperuntukkan bagi gaji saja.

Sedangkan kebutuhan lain bisa melalui rekening pribadi lainnya.
Pembukaan rekening baru itu, untuk mempermudah pengambilan gaji PTT. Sebab setiap Bank memiliki sandi tersendiri.

“Rekening yang dibuka ini khusus untuk gaji sama seperti PNS. Kalau yang sudah buka rekening, harus buka baru khusus untuk gaji saja,” ujarnya.(DA)