RI Tak Pernah Usulkan Filipina Melepaskan Klaim Atas Sabah

Menteri Luar Negeri Adam Malik

RI Tak Pernah Usulkan Filipina Melepaskan Klaim Atas Sabah

Jakarta, 9 Mei 1973 – Menlu Adam Malik dalam konferensi persnya di Deplu Rabu pagi, membantah bahwa pertemuan antara Presiden Soeharto dengan PM Malaysia Tun Razak di Palembang baru-baru ini akan disambung di Pulau Penang.

Yang benar menurut Menlu adanya bahwa oleh karena Indonesia sudah berbaik hati menerima Tun Razak berlibur di Palembang, maka Tun Razak sendiripun ingin membalas kebaikan tersebut dengan mengundang Presiden Soeharto untuk apabila ada kesempatan juga datang berlibur ke Penang.

Kalau Soeharto ke Medan
Pulau Penang disebutkan oleh karena hubungannya yang dekat sekali dengan Medan dan Presiden Soeharto berjanji akan datang kalau ia nanti mengadakan kunjungan ke Medan.

Adam Malik yang ikut menghadiri pertemuan di Palembang itu mengatakan bahwa tidak ada janji untuk bertemu lagi sebagai sambungan pertemuan Palembang.

Sabah tidak dibicarakan
Malik juga mengatakan bahwa dalam pertemuan Palembang itu, masalah Sabah tidak disinggung. Dikatakan Indonesia akhir-akhir ini tidak bermaksud untuk menawarkan jasa baiknya untuk mencari penyelesaian masalah tersebut, oleh karena RI tidak melihat urgensi untuk itu.

Namun, bila kedua negara yang bersengketa meminta Indonesia akan selalu bersedia untuk membantu.
Apakah ada permintaan untuk membantu itu tanya wartawan, yang dijawab Menlu “belum ada, atau barangkali belum sampai”.

Dalam hubungan masalah Sabah ini, menurut Menlu terdapat interpretasi salah diantara pers, ia mengingatkan untuk jangan mengkaitkan masalah Sabah dengan Mindanao yang merupakan masalah intern Filipina dan sebenarnya akarnya sudah ada sejak jaman penjajahan Spanyol.

Tidak pernah usulkan
Menlu juga membantah bahwa Indonesia pernah mengusulkan kepada Filipina untuk melepaskan klaimnya atas Sabah.
Surat menyurat yang ada antara Presiden Soeharto dengan Presiden Marcos, menurut Adam Malik isinya tidak ada mengenai usul RI agar Filipina melepaskan klaim tersebut.
“Kan tidak bagus kita mengajari orang lain”, kata Menlu Adam Malik. (SH)