Plan Indonesia Luncurkan Program Teknologi Inovasi Mata Kail

Plan Indonesia Luncurkan Program Teknologi Inovasi Mata Kail

 

SHNet, KUPANG-Plan Indonesia dan Uni Eropa memberikan dukungan kepada pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan meluncurkan “Switch Asia II Project yang merupakan sebuah program untuk mempromosikan suplai dan konsumsi ikan secara berkelanjutan.

Program ini bergerak dalam sektor perikanan pengolahan ikan dengan membuka kesempatan kerja bagi kaum muda, khususnya perempuan. Tidak hanya itu, program yang didanai Uni Eropa tersebut, diperuntukan juga bagi pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah dalam proses pengolahan produk perikanan.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTT, Alexander Sena yang mewakili gubernur mengatakan program Switch Asia II sangat relevan dan dibutuhkan masyarakat di daerah itu.

“Kita harapkan kerjasama pemprov NTT dengan non-governmental organization (NGO) dapat memberikan manfaat yang jauh lebih besar lagi. Tentu kerjasama kemitraan ini lebih fokus pada peningkatan gizi masyarakat melalui teknologi inovasi pengolahan ikan,” kata Alexander di Kupang, Rabu (16/5/2018).

Ia meminta Biro Kerjasama NTT dapat memfasilitasi kemitraan dengan lembaga-lembaga internasional dalam mendukung program pemprov NTT.

Dikatakan, ada kemajuan dicapai NTT, seperti inflasi dapat ditekan, pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata nasional dan kemiskinan yang berangsur menurun.

Executive Director Plan Indonesia, Dini Widiastuti, mengatakan Switch Asia II diluncurkan dengan nama program Mata Kail (program Mari Kita Kreatif dan Arif agar Ikan Lestari). Program ini akan berlangsung selama tiga tahun kedepan (2018 – 2021).

Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan peluang ekonomi anak muda, khususnya perempuan, pengurangan dampak lingkungan dari pengolahan ikan, dan mengurangi masalah kekurangan gizi anak balita dengan memberikan konsumsi ikan.

“Uni Eropa telah memberikan dukungan dana sebesar 20 juta euro per tahun lewat berbagai program SDGs (Sustainable Development Goals) di Indonesia. Hingga saat ini Plan Indonesia telah menjangkau 21 kabupaten dan kota di Indonesia,” kata Dini.

Adapun penerima manfaat dari program Switch Asia II di provinsi NTT adalah untuk kabupaten Lembata, sebanyak 132.174 pemuda, Nagekeo, 139.577 dan Sikka, 313.509 pemuda.

Penerima manfaat dari program ini untuk masa waktu 36 bulan, yaitu Januari 2018 sampai Desember 2020). Ditargetkan 160 UMKM di NTT akan memperoleh teknologi inovasi pengolahan ikan.(DA)