Petani Tidak Dipaksa Jual Padi Dibawah Harga Pasar

Presiden Tinjau BUUD Jateng Dan Jatim

Petani Tidak Dipaksa Jual Padi Dibawah Harga Pasar

Dua Juta Ton Cadangan Beras Nasional

Jakarta, 12 Mei 1973 – Presiden Soeharto menegaskan Jum’at malam bahwa usaha pemerintah untuk mengadakan suatu persediaan beras secara nasional tidak akan memaksa petani untuk menjual padinya dibawah harga pasar.

Berbicara dalam suatu briefing di Gedung Negara Yogyakarta di depan unsur Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Negara membantah pendapat bahwa pemerintah dengan kebijaksanaan dalam pengadaan pangan hendak menghentikan kegiatan mereka yang selama ini bergerak dibidang perdagangan dan penggilingan beras.

Tawarkan kerjasama
Dalam kesempatan itu Presiden Soeharto telah menawarkan kerjasama pemerintah dalam usaha penyaluran beras kepada pedagang, penggiling maupun tengkulak bahan makanan. Ia menyerukan agar mereka diikut sertakan dalam kegiatan penyaluran beras yang dewasa ini sudah mulai dikerjakan oleh Badan Usaha Unit Desa (BUUD).

Tetapi kalau ajakan itu tidak dihiraukan dan usaha mereka menimbulkan hal yang dapat mengakibatkan terganggunya penyaluran beras ke masyarakat, laranglah usaha itu, kata Presiden.

Dua juta ton setahun
Dalam usaha membentuk suatu stok beras nasional, demikian Presiden. Hanya diperlukan 10% saja dari kebutuhan Indonesia yang diperkirakan berjumlah sekitar 14,8 juta ton/tahun.

Persediaan itu merupakan suatu jaminan untuk mengendalikan harga beras yang diperbesar lagi dengan bantuan pangan yang diterima Indonesia dari luar negeri sehingga seluruhnya berjumlah sekitar dua juta ton setahun, demikan ditambahkan.

Dalam hubungan ini Kepala Negara mengisyaratkan untuk jika perlu mengambil tindakan pencabutan ijin usaha penggilingan yang menghambat itu dan menggunakan fasilitas penggilingan yang bersangkutan untuk kepentingan nasional.

Kunjungan tidak resmi
Briefing tersebut dihadiri oleh semua unsur pimpinan dari tingkat Wedana keatas dari seluruh provinsi Jateng dan seluruh unsur pimpinan dari tingkat camat keatas dari daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Negara tiba di Jateng Jum’at pagi dari Jakarta untuk perjalanan tidak resmi untuk meneliti dari dekat perkembangan kegiatan badan usaha unit desa di daerah tersebut.
Perjalanan penelitian itu meliputi pula beberapa daerah pedesaan di Jatim yang dikunjungi Sabtu pagi ini sebelum Kepala Negara bertolak kembali ke Jakarta.

Jum’at pagi Presiden telah mengunjungi beberapa daerah pedesaan di sekitar kota Yogyakarta dan Surakarta.

Gagasan BUUD
Dalam briefingnya itu Kepala Negara mengatakan bahwa gagasan BUUD di masa mendatang akan terapkan pula dibidang kegiatan lainnya seperti peternakan, perikanan dan kerajinan tangan.

Gagasan BUUD diwujudkan sejak tahun 1970 dengan maksud untuk menjamin pengadaan dan penyaluran beras sebagai bahan makanan pokok masyarakat, mempertinggi pula taraf ekonomi masyarakat di daerah pedesaan.
Badan tersebut terdiri dari unsur koperasi perbankan, penerangan dan pertanian. (SH/Ant)