Pesona Air Terjun Lae Simbilulu, Pakpak Bharat

Pesona Air Terjun Lae Simbilulu, Pakpak Bharat

SHNet – Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara menyimpan sejumlah tempat wisata unik dan menarik. Ia tidak hanya penghasil daun gambir dan pemilik menyan terbaik di dunia. Air Terjun Lae Simbilulu adalah salah satu objek wisata yang sangat menarik di kabupaten yang baru berusia 15 tahun ini.

Air terjun ini hanya sekitar 20 menit dengan kendaraan roda empat dari Kota Salak, Ibukota Kabupaten Pakpak Bharat. Jalannya tidak terlalu lebar, tetapi juga tidak terlalu sempit. Di sepanjang jalan yang melewati bukit-bukit kecil, akan dengan mudah menemukan hasil bumi yang digarap oleh petani Pakpak. Misalnya, padi hasil dari hasil ladang tadahan hujan, kopi, jagung dan tentu saja gambir. Semua itu makin memanjakan mata untuk melahap.

Air Terjun Lae Simbilulu tepatnya berada di Desa Prongil, Kecamatan Tinada. Lokasinya sekitar satu kilometer dari ujung desa, lebih tinggi dari letak kampung terdekatnya, Prongil. Juara Sinamo, warga setempat kepada SHNet beberapa waktu lalu mengatakan, air terjun itu ramai dikunjungi penduduk lokal hanya saat liburan.

“Kalau hari biasa tidak ada yang ke sini. Takut juga kalau sendiri,” kata Juara. Bukan karena takut setan, tetapi karena air terjun ini berada di hutan yang cukup lebat.

Sekitar 500 meter sebelum ait terjun terdapat sebuah rumah kosong tanpa penghuni. Konon, kata Juara Sinamo, di gubuk itu para pengunjung biasa menyeduh kopi sebelum atau setelah kembali dari air terjun. Kadang menjadi tempat untuk menyimpan makanan ringan.

“Kalau lagi ramai, gubuk ini ada penjaganya,” ujarnya menunjuk gubuk kosong itu. Tidak ada ketentuan tariff bagi pengunjung yang masuk ke lokasi air terjun dan menitipkan barang bawaannya. Yang pasti ada bayaran berdasarkan asas kesesuaian kondisi saja.

Dari gubuk itu, pengujung bisa mendengar dengan jelas desiran air terjun yang makin membahana jika menyusuri jalan setapak yang disiapkan. Jalan setapak itu rawan longsor jika musim hujan tiba. “Kalau musim hujan, orang tidak mau ke sini, takut longsor dan airnya makin deras,” kata Juara.

Pemerintah setempat pernah membuat jembatan gantung bagi pengunjung untuk menyebrang aliran air agar bisa menikmati air terjun dari berberapa sisi. Namun, kini salah satu tiang penyangga jembatan itu roboh diterjang kayu yang tumbang pada musim hujan. Saat musim hujan, debit air bertambah dan pohon yang uzur tumbang dihantam tiupan angin. Jembatan itu masih bisa digunakan, namun butuh sedikit nyali untuk melintasinya. Harus satu demi satu.

Air Terjun Lae Simbilulu memiliki ketinggian sekitar 40 meter dengan dua terjunan air yang menawan dan mempesona. Di titik jatuh kedua terjunan air terdapat kolam alami dengan kedalaman sekitar 6 meter. Kolam itu cukup luas. Airnya dingin dan segar, bersih dan bening. Semua itu menambah keasikan untuk menikmati wisata alam yang sehat dan segar bugar, Pakpak Bharat.

Air terjun ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu objek wisata favorit di Pakpak Bharat jika dikembangkan. Hanya saja mesti didukung dengan fasilitas pendukung, seperti MCK dan fasilitas transportasi umum dari Kota Salak. Hal yang tidak kalah penting adalah batas akhir pengunjung boleh membawa makanan dan minuman. Sedapat mungkin tidak membawa serta kemasan makanan dan minuman ke lokasi agar tidak membuang sampah di sekitar ait terjun. (IJ)