Perguruan Tinggi Harus Mencetak Sarjana yang Berakhlak Mulia

Perguruan Tinggi Harus Mencetak Sarjana yang Berakhlak Mulia

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB) KH. Dr. Zainul Majdi saat memberikan orasi ilmiah di acara wisuda Institut STIAMI. (Dok. Institut STIAMI)

SHNet, Jakarta- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB) KH. Dr. Zainul Majdi mengatakan Perguruan Tinggi (PT) harus mencetak sarjana-sarjana yang berakhlak mulia.

“Banyak perguruan tinggi yang anak-anaknya hanya paham ilmu dan konsep. Tidak banyak perguruan tinggi yang mau susah payah mendidik dan menghasilkan sarjana yang tidak hanya paham ilmu dan konsep, tetapi juga berakhlak mulia,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela wisuda Institut STIAMI, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, sumber daya manusia yang berakhlak mulia merupakan salah satu hal yang menjadi konsentrasi kita saat ini. Namun hal tersebut jangan sifatnya wacana saja, tetapi perlu diinternalisasikan dalam proses pendidikan.

Sementara itu Rektor Institut STIAMI Dr Ir Panji Hendarso. “Insya Allah kami akan terus memberikan yang terbaik atas kepercayaan tersebut, sesuai misi dan visi kami untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul berdaya saing dan berahlak mulia,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Panji mengingatkan bahwa era revolusi industri 4.0 yang sudah didepan mata, memastikan bahwa teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia.

“Era ini akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia termasuk didalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,” lanjut Rektor.

Kemenristekdikti telah memberikan pedoman bagi pendidikan tinggi untuk menghadapi era digital dan revolusi meliputi kebijakan tentang pembelajaran dan kemahasiswaan, kelembagaan iptek dan dikti, sumber daya iptek dan dikti, riset dan pengembangan serta kebijakan penguatan inovasi.

Institut STIAMI telah mencanangkan 10 kebijakan strategis pada tahun akademik 2017-2018 yang arah pengembangannya diharapkan menjadi jawaban atas tantangan era revolusi industri 4.0.

Diantaranya adalah pencapaian akreditasi program studi dan institusi, peningkatan pembelajaran berbasis ICT, peningkatan kualiatas penelitian dan pengabdian pada masyarakat, peningkatan sarana dan prasarana kampus, pembentukan ahlak mahasiswa, peningkatan kualitas dosen, dan lainnya.

Dalam sambutannya Rektor Institut STIAMI Dr. Ir. Panji Hendrarso mengatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Institut STIAMI terus meningkat. Terbukti pada 2017/2018 jumlah mahasiswa baru yang masuk ke Institut STIAMI tercatat 3.078 mahasiswa. (Stevani Elisabeth)