Pengendalian Hama Tanpa Pestisida ala Petani di Desa Gogodeso

Pengendalian Hama Tanpa Pestisida ala Petani di Desa Gogodeso

Kepala Desa Gogodeso Choirul Anam (kiri). (Dok. Choirul Anam)

SHNet, Jakarta- Kedaulatan pangan sudah menjadi tekad para petani dan pemerintah Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Beberapa waktu lalu, Bupati Blitar Rijanto juga melakukan panen raya di desa ini.

Untuk mewujudkan tekad tersebut, para petani dan pemerintah desa melakukan berbagai upaya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengendalian hama tanaman tanpa menggunakan pestisida

Kepala Desa Gogodeso, Choirul Anam mengatakan, para petani dan perangkat desa belum lama ini melakukan studi ke Desa Besur, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.

“Di sana, kami belajar menerapkan kekompakan petani dalam pengendalian hama menggunakan agent hayati melalui gentong hayati yang bisa diambil oleh petani ketika membutuhkan,” kata Choirul kepada SHNet, Kamis (17/5).

Menurutnya, penggunaan agent hayati merupakan salah satu cara yang digunakan para petani untuk pengendalian hama. Sama halnya dengan Desa Besur, di Desa Gogodeso sudah dilakukan sekolah lapang pengendalian hama tanaman.

Salah satu produk agent hayati yang dihasilkan dari Desa Gogodeso adalah pengendalian jamur. (Dok. Choirul Anam)

Ia menambahkan, di Gogodeso sendiri sudah dilakukan sekolah lapang selama dua musim. “Salah satu produk agent hayati adalah pengendali jamur,” ujarnya.

Kepala Desa Besur, Abdul Haris Suhud mengatakan, agent hayati tidak hanya membuat beras menjadi sehat tapi juga penggunaan biaya pengelolaan menjadi murah dibanding dengan penggunaan pestisida kimia.

“Petani di Desa Besur melakukan penerapan tanam padi dengan hayati, baik memanfaatkan jerami serta tumbuh-tumbuhan di sekitar, tapi juga membuat agent hayati secara mandiri. Dengan penerapan tersebut sebagian besar untuk lahan 1 Ha sawah bisa menghasilkan 14 ton, sedangkan yang paling sedikit adalah 10,8 dan itu hanya terdapat pada satu petani,” paparnya.

Sementara itu, pendamping pertanian di Desa Besur, Hamim Ashari menyarankan agar petani melakukan tindakan yang bijak dalam pengendalian hama. Tidak perlu menggunakan bahan kimia sebagai pemusnah. (Stevani Elisabeth)