Otak Pengeboman Thamrin Dijatuhi Hukuman Mati

Otak Pengeboman Thamrin Dijatuhi Hukuman Mati

SHNet, Jakarta – Dianggap bertanggung jawab rentetan aksi teror yang menewaskan sejumlah orang dalam seranga  teror bom Thamrim, serta dalang serangan lainnya di Indonesia dalam rentang waktu sembilan tahun terakhir. Akhirnya Jaksa penuntum umum mengetok palu, dengan menjatuhkan hukuman mati terhadap Oman Rochman als Aman Abdurrahman.

“Menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan tuntutan pidana dengan hukuman pidana mati,”  ujar Jaksa Anita di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5).

Seperri diketahui, Aman Abdurrahman yang terlihat tennag dalam.persidangan dan dijatuhi hukuman mati itu, dianggap telah melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dan Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Seperti diketahui, pada tahun 2008 lalu, Aman disebut kerap memberikan ceramah atau kajian disejumlah kota, seperti di Jakarta, Surabaya, Lamongan, Balikpapan, dan Samarinda. Materi ceramah Aman diambil dari buku seri materi tauhid yang dikarang olehnya yang berisi pemahaman tentang demokrasi.

Dan,  pada  tahun 2009, selama mendekam di Lapas Nusakambangan atas kasus pelatihan militer di Aceh, Aman diketahui tetap dikunjungi oleh para pengikutnya dan memberi ceramah. Dari balik jeruji besi itu, Aman juga diketahui membaiat para pengikutnya dan membentuk Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Serta pada November 2014 Aman meminta kepada para  pengikutnya untuk melaksanakan sejumlah aksi teror serupa dengan yang terjadi di Paris, Prancis. Aksi itu diklaim Aman perintah dari pimpinan khilafah Suriah.

Seperti diketahui,  aksi pertama merupakan ledakan bom di kawasan Thamrin, Jakarta, pada 14 Januari 2016 yang menyebabkan warga sipil dan aparat kepolisian menjadi korban. Aksi kedua yakni pelemparan bom ke Gereja HKBP Oikumene, Samarinda, pada 13 November 2016 yang menyebabkan enam anak-anak menjadi korban.

Aksi dilakukan oleh Ketua JAD Kaltim Joko Sugito alias Abu Sarah. Aksi ketiga yakni aksi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, pada 24 Mei 2017 yang dilakukan oleh Kiki Muhammad Iqbal alias Abu Syamil.

Ia merupakan rekan Aman selama di penjara atas kasus teror di Lapas Nusakambangan. Aksi itu menyebabkan tiga personel polisi meninggal dunia dan empat personel mengalami luka berat. (MH)