Omset Pedagang dan Pendapatan Desa Kini Naik 

Omset Pedagang dan Pendapatan Desa Kini Naik 

Ist

SHNet, BREBES – Pasar desa atau pasar tradisional mampu bersaing dengan pasar modern, bahkan bisa menjadi sentra kegiatan ekonomi di satu daerah, sepanjang pasar itu dikelola dengan baik terjaga kebersihan. Kenyamanan dan memiliki bangunan pasar yang layak.

Salah satu contohnya adalah pasar Grengseng, desa Taraban, Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. Pasar ini masuk dalam program revitalisasi pasar tradisiononal Kemenkop dan UKM melalui bantuan APBN 2017 sebesar Rp 832 juta.

Pasar yang diresmikan pengoperasiannya oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, pertengahan Maret 2018 lalu, kini mulai tumbuh menjadi salah satu denyut perekonomian baru di Brebes selatan yang berbatasan dengan Kec Bumiayu Kab Purwokerto.

Kini, Pasar Grengseng selain menjual sembako dan lain-lain, juga mulai menjadi sentra sayur  mayur di sekitar kec Paguyangan, terbukti dengan banyaknya pedagang sayur yang berpindah dan kulakan (membeli dalam jumlah besar untuk kemudian diecer-red) di pasar Grengseng.

“Kami mewakili Pemkab dan Bupati Brebes, mengucapkan terimakasih kepada Kemenkop dan UKM karena Brebes telah diikutkan dalam program revitalisasi pasar ini,” ujar Ir Mohammad Iqbal, Asistan II Sektda Brebes yang juga merangkap plt  Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kab  Brebes, saat ditemui di kantornya, Senin (21/5).

Pasar Grengseng juga telah memberi multiplier effect  atau dampak lanjutan, Bagi pedagang, telah menemukan tempat berjualan yang layak, Bagi Koperasi bisa menjadi pengalaman baru, karena pasar ini dikelola oleh KUD (Koperasi Unit Desa) bekerjaama dengan pemerintahan Desa.

Menurut  Iqbal, program revitalisasi pasar desa/tradisonal ini merupakan  program yang bagus bagi pengembangan ekonomi kerakyatan, sekaligus bagaimana memberdayakan koperasi, dalam hal ini KUD  Paguyangan Brebes.

“KUD sudah waktunya bangkit, dan ini kesempaan bagi KUD untuk  bagaimana mengelola pasar secara profesional. Dalam hal ini ide-ide, gagasan dan kreatifitas pengurus KUD dibutuhkan agar pasar ini bisa berkembang dan tak kalah dalam bersaing dengan pasar modern,’ kata Iqbal.

Ia berharap, apa yang dilakukan di pasar Grengseng ini, bisa di kembangkan di daerah lain. teruma di Brebes. “Disini  masih banyak pasar-pasar desa yang belum  di revitalisasi. Kalau ada program serupa, kami harap Brebres bisa diikutsertakan lagi di tempat yang berbeda,” harap Iqbal.

Iqbal mengatakan, merupakan kewajiban pemerintah untuk  membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan. Namun bantuan itu tak harus berupa uang, melainkan fasilitas yang bisa menumbuhkan tumbuhnya jiwa wirausaha.

“Misalnya di Pasar Grengseng ini, sebelum revitalisasi pasar pedagang hanya berjumlah 165 orang, kini bertambah menjadi 224 pedagang. Itu artinya kan tumbuh wirausaha baru sebanyak 59 orang. Ini bagus untuk pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan,” katmbah Iqbal.

Naik Dua Kali Lipat

Nasuha, Kepala Pengelola Pasar Grengseng,  menjelaskan  setelah revitalisasi , pendapatan pedagang maupun pengelola pasar Grengseng meningkat, dua kali lipat.

“Selan itu jumlah pedagang saat ini bertambah, jika dulu cuma 160an, kini lebih dari 224 pedagang  yang terdiri dari 24 kios,  150 los pedagang rinjingan  (pedagang jinjing) 50 an,’ jelasnya. Ia menaksir perputaran omzet di pasar Grengseng  kini mencapai Rp 50 juta perhari, atau naik dua kali lipat dibanding sebelum revitalisasi.

Pendapatan pengelola pasar terutama diperoleh dari resribusi yang dikelola bersama oleh aparat desa bersama KUD. Selain dari  restrubusi juga dari perparkiran dan kamar mandi/WC. ” Restribusi disini sangat murah  kios hanya Rp, sedang los Rp 1.500 dan pedagang jinjing Rp 1.000 perhari. Kami lebih mengutakan kebersamaan,tanggungjawab dan gotong  royong serta saling menjaga, untuk menciptakan pasar yang asri, ramah lingkungan, aman dan nyaman,” kata Nasuha.

Unit parkir yang dulu hanya 120 ribu perhari kini meningkat menjadi Rp 350 ribu perhari. Jam operasional juga bertambah, kini dari jam 2 pagi sudah ada kegiatan, dan mulai sepi pada jam 11 siang, Ketua KUD Pagyangan Sugiono mengajak  warga untuk berbelanja di pasar tradisional. Pasalnya, dengan berbelanja di pasar tradisional yang pedagangnya umumnya warga sekitar akan memajukan pasar tersebut dan kesejahteraan warga juga akan meningkat.”Pasar tradisional itu milik kita maka kita yang harus meramaikannya dan untuk kesejahteraan kita,” ujarnya.

Dikatakan, jika pasar tradisional ramai oleh pedagang dan pembelinya akan meningkatkan perekonomian warga juga akan memberikan tambahan pedapatan bagi desa juga pemerintah. Pendapatan tersebut dapat meningkatkan pembangunan yang bermanfaat pula bagi warga. (IJ)