Ditjen Bina Pemdes Launcing Sipedes dan Resmikan In-House Training Aplikasi Siskeudes

Ditjen Bina Pemdes Launcing Sipedes dan Resmikan In-House Training Aplikasi Siskeudes

SHNet, Jakarta – Bertempat di ruang IHT Ditjen Bina Desa gedung C lantai II, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa , Kementrian Dalam Negeri, Nata Irawan, me-launcing Aplikasi Sistem Pengelolaan Aset Desa (Sipades). Tidak itu saja, namun juga melakukan peresmian In House Training Aplikasi Siskeudes.

Peresmian aplikasi dan peluncuran In House Training ini juga disaksikan oleh para perangkat Desa yang memang sengaja diundang, dalam peresmian ini.

” Aplikasi In House Training ini untuk melakukan pelatihan untuk aparat Desa, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa. Sehingga, menjadika. Desa semakin maju, mandiri dan sejahtera,” ujar Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kementrian Dalam Negeri, Nata Irawan di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (24/5/2018).

Kembali dikatakan Nata Irawan, sesuai amanat UU No 6 Thn 2014 tentang Desa, Desa memilki kewajiban untuk melaksanakan pengelolaan aset Desa guna meningkatkan kesejahteraan Desa. Agar, dapat menertipkan kepemilikan aset sesuai dengan peraturan yang berlaku hingga dapat meminimalisir resiko hilangnya aset Desa.

“Untuk itu diperlukan pembelajaran melalui  SDM yang handal, agar aset Desa ini tidak hilang. Makanya, ada 11 Kabupaten dan 27 orang yang akan mengikuti traning aplikasi Siskeudes dan Sipades selama dua hari ini yang dimukai pada hari ini hingga esok hari,” Ujar Nata lagi.

Seperti diketahui Sipades merupakan aplikasi pencatatan administrasi pengelolaan aset Desa yang dimulai dari tahap perencanaan, penggunaan, pemanfaatan hingga penatausahaan sampai dengan pengajian laporan yang dilengkapi dengan kodefikasi dan labelisasi aset Desa dimana semua ini sesuai dengab pedum kodefikasi aset Desa.

” In House Training ini merupakan wahana tempat belajar dan pelatihan yang tentunya sangat ideal agar dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam memahami pengelolaan keuangan Desa. Kita berharap, pelatihan ini nantinya aparat Drsa, dapat mengelola keuangan serta apa yanh dimiliki perangkat Desa dengan baik dan benar,” papar Nata Irawan lagi. (MH)