Menpora Apresiasi PT Pegadaian Hargai Pahlawan Olahraga

Menpora Apresiasi PT Pegadaian Hargai Pahlawan Olahraga

MEMBERIKAN - Menpora Imam Nahrawi memberikan penghargaan kepada sejumlah atlet legenda yang pernah mengharumkan Indonesia di kancah internasional, bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero). (SHNet/Nonnie Rering)

SHNet, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengapresiasi PT Pegadaian (Persero) yang memberikan penghargaan kepada para pahlawan olahraga yang sudah mengharumkan Indonesia di ajang internasional.

Hal ini disampaikan Menpora dalam sambutannya di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Senayan, Jakarta, Senin (15/5) malam.

“Sekali lagi terima kasih kepada Pegadaian yang telah memberikan penghargaan para pahlawan olahraga kita. Pemerintah tak bisa sendiri, karena cabor olahraga begitu banyak yang harus dibina dan dipersiapkan demi prestasi,” kata Imam.

Menurut Imam, hal itu juga diharapkan memacu spirit para atlet yang nanti berjuang sekuat tenaga pada ajang besar Asian Games dan Asian Para Games 2018 mendatang.

Pemberian penghargaan para mantan atlet nasional berprestasi tersebut diserahkan Menpora Imam Nahrawi dan Dirut Pegadaian Sunarso kepada 10 pahlawan olahraga dari berbagai cabor yang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Adapun para atlet yang mendapatkan penghargaan dari PT Pegadaian adalah,  Hapsani (Atletik), perak, SEA Games 12 Singapura 1983. Heni Entin Sulastri (Karate), perak, Swedia Open 1992. Pergiwati Rapar (Judo), juara 3, SEA Games. Yulia Ros (Senam), 2 perunggu, SEA Games 23 Manila 2005. Marina Martin (Pencak Silat), juara 1, Pencak Silat Tingkat ASEAN Singapura 1980. Albert Papilaya (Tinju), emas pada SEA Games Malaysia 1989, dan 8 besar, Asian Games Korsel 1986 serta Kejuaraan Dunia Rusia 1989. Purnomo (Atletik), emas, SEA Games Thailand 1985. Fatmawati (Angkat Besi), emas, SEA Games Chiangmai 1995, Kejuaraan China 1996, Kejuaraan Dunia Thailand 1997. Yoshy (Senam Artistik), emas, SEA Games Bangkok 1985 dan Jakarta 1987.

Para pahlawan olahraga ini masing-mading mendapatkan penghargaan berupa uang sebesar 15 juta rupiah. Imam menambahkan kedepan pihaknya berharap Pegadaian tidak hanya menjadi Bapak Asuh atau Bapak Angkat namun menjadi Bapak Asli pengembangan salah satu cabor di Indonesia.

Sementara itu Dirut Pegadaian Sunarso, mengatakan pihaknya akan segera dikaji dan dipikirkan cabang olahraga yang cocok dengan tipikal Pegadaian yang dekat dengan kelas kecil dan mikro. “Tentu tidak elok kalau Pegadaian membidik golf. Yang pasti nanti kami akan menjadi Bapak Asli,” tandas Sunarso.

Penghargaan ini merupakan kepedulian PT Pegadaian sebagai bagian dari BUMN yang selalu “Hadir Untuk Negeri”. Sekaligus HUT Pegadaian yang telah memasuki usianya ke 117 pada tanggal 4 April 2018 lalu.   (Nonnie Rering)