Mengapa Pembentukan Divisi Siliwangi Tanggal 20 Mei

Jenderal Nasution Ungkapkan

Mengapa Pembentukan Divisi Siliwangi Tanggal 20 Mei

Bandung, 19 Mei 1973 – Jenderal Nasution atas pertanyaan koresponden “SH” di Bandung mengatakan baru-baru ini bahwa ia sudah agak jauh dari kegiatan militer, termasuk Siliwangi tapi ia tetap percaya bahwa Divisi Siliwangi tetap terampil, tetap gesit seperti sedia kala.

Dalam buku “Siliwangi Dari Masa Ke Masa”, Nasution mengatakan bahwa yang penting adalah menelaah sebab sukses atau kegagalan perjuangan. Korps Siliwangi telah mengalami berbagai kekurangan dan atau kegagalan, misalnya tak dapat menyelesaikan DI/TII dalam tahun 50-an yang pertama, sehingga rakyat Jabar menderita. Namun dilain pihak, ia mencatat sekian sukses yang ikut menghias sejarah militer dan sejarah nasional Indonesia.

Sumber sukses Siliwangi adalah ridho Tuhan Yang Maha Esa serta pembinaan Corps untuk pengalaman Dari Rakyat, Untuk Rakyat dan Ditengah Rakyat, menjadi pelopor dinamis.

Atas pertanyaan “SH”, Jenderal Nasution mengatakan bahwa mengenai nama Divisi Siliwangi sebenarnya ditetapkan oleh satu Panitia Presiden dengan ketua Pangeran Purbonegoro.

Mereka mengadakan studi dan sampai pada kesimpulam bahwa untuk mempertinggi dan perjuangan, sebaliknya nama Divisi disesuaikan dengan keadaan setempat. Untuk Jawa Barat terpilihlah nama Siliwangi karena tokoh ini sangat populer dan dikenal oleh rakyat Jawa Barat. Hal yang identik berlaku untuk penamaan Diponegoro untuk Jateng dan Brawijaya untuk Jatim.

Mengapa tanggal 20 Mei
Mengenai penanggalan, atas pertanyaan “SH”, Jenderal Nasution mengatakan bahwa tanggal 20 Mei itu sebenarnya kebetulan saja, meskipun kebetulan jatuh bersama-sama dengan tanggal Hari Kebangkitan Nasional.

Waktu itu, menurut rencana ia sebagai calon Panglima Siliwangi yang pertama akan dilantik Presiden tanggal 21 Mei tetapi karena sudah mendesak waktunya maka divisi juga mesti sudah harus dibentuk dan pembentukannya berlangsung tanggal 20 Mei 1916.

Lagi pula mengapa dikatakan kebetulan karena panitia untuk pembentukan divisi ini sudah ada sejak bulan Januari 1946, jadi jauh sebelum bulan Mei, apalagi tanggal 20-annya panitia ini diketuai oleh almarhum Jenderal Urip Sumodihardjo dan dari data ini jelas bisa dilihat bahwa tanggal itu hanyalah kebetulan saja jatuh ditanggal 20 Mei.

Jenderal Nasution mengatakan bahwa dasar yang baik untuk ABRI adalah kesederhanaan. Ini sejak dulu diperjuangkannya dan mesti harus terus ditingkatkan. Soalnya tentara mana saja, ia harus sederhana. Setiap kemewahan bagi tentara adalah tidak tepat, kata Jenderal Nasution. (SH)