Marlupi Dance Academy Torehkan Sederet Prestasi di Awal 2018

Marlupi Dance Academy Torehkan Sederet Prestasi di Awal 2018

Marlupi Dance Academy yang merupakan sekolah balet tertua di Indonesia menoreh prestasi internasional di awal 2018. (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Sekolah balet tertua di Indonesia, Marlupi Dance Academy berhasil mencetak balerina-balerina berprestasi bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di internasional.

Pada awal 2018, siswa-siswa dari sekolah balet yang didirikan oleh Marlupi Sijangga pada 1956 ini, berhasil mengukir sederet prestasi di tingkat internasional. Putri dari Marlupi yang saat ini mengelola sekolah balet ini, Fifi Sijangga menjelaskan, Marlupi Dance Academy berhasil menangkan lomba Asian Grand Prix 2018 Regional Dance Competition Jakarta, dimana setiap finalis berhasil mendapatkan nilai di atas 80.

Mereka akan mengikuti Final Asian Grand Prix 2018 yang akan berlangsung di Hongkong pada 13-17 Agustus 2018.

“Salah satu murid kami, Rebecca Alexandria Hadibroto meraih prestasi sebagai juara pertama di kompetisi Youth America Grand Prix 2018 untuk kategori Pre-Competitive Age Division pada 13-20 April 2018 di New York,” kata Fifi.

Ia menambahkan, Rebecca juga mendapatkan undangan untuk mengikuti perlombaan yang diselenggarakan oleh Australian Teacher of Dance (ATOD) pada Juli 2018 dan mendapatkan beasiswa untuk semua biaya yang dibutuhkan dalam kompetisi tersebut.

Rebecca dan Ilona Jahja mendapatkan beasiswa pada kompetisi Taiwan Grand Prix pada Agustus 2018. Kedua murid tersebut berhasil memperoleh invitasi dari perlombaan Malaysian International Ballet Grand Prix.

Selain itu, Marlupi Dance Academy juga berhasil mengirimkan dua muridnya, Regina Skolastika dan Priskhila Yosikha untuk mengikuti lomba internasional yang diadakan oleh Royal Academy of Dance, London.

Fifi mengatakan, untuk bisa mengukir prestasi di tingkat dunia, maka perlu fokus dan kerja keras. “ Talenta saja tidak cukup, perlu kerja keras, fokus dan dukungan dari orang-orang terdekat,” ujarnya.

Ke depan, Fifi berencana ada full time school di Marlupi Dance Academy. “ kalau mau prestasinya bagus ya harus full time school, tidak bisa puang sekolah baru latihan.” lanjutnya.

Sementara itu Pembina Marlupi Dance Academy, Lisa Ayodhia mengaku sudah mengenal sekolah balet ini sejak 40 tahun yang lalu. Bahkan Lisa juga menjadi salah satu murid dari sekolah ini.

Menurutnya, kelebihan dari sekolah balet ini adalah memberikan beasiswa bagi siswanya yang berbakat, namun secara ekonomi perlu ditolong. Hal ini untuk memotivasi mereka untuk mengukir prestasi. (Stevani Elisabeth)