Manfaatkan Batubara Untuk Pembangkit Listrik

Presiden Tinjau Departemen Pertambangan

Manfaatkan Batubara Untuk Pembangkit Listrik

Harapan Menteri : Droping Uang Jangan Sampai Terlambat

Jakarta, 22 Mei 1969 – Presiden Soeharto Kamis siang telah mengadakan inspeksi langsung ke Departemen Pertambangan, disambut barisan wanita yang mengenakan aneka pakaian daerah dan pada akhir upacara Menteri Pertambangan Sumantri Brojonegoro menyerahkan kenang-kenangan berupa lambang Garuda terbuat darii emas Cikotok.

Sebelum mengajak Kepala Negara meninjau “Operation Room”, Menteri menyatakan harapan agar droping uang bisa selalu tepat pada waktunya “demi suksesnya mission Deprtemen Pertambangan dalam Pelita”.

Dilaporkan bahwa keadaan pertambangan kita “ketinggalan 30 tahun” dan kecuali minyak dan bauksit semua produksi turun. “yang paling parah adalah batubara karena tahun belakangan ini konsumen banyak beralih pada bahan bakar yang lain”.

Presiden Soeharto kemudian diantar melihat maket, contoh bahan tambang dab batu galian termasuk batangan emas murni dan peta operasionil lengkap dengan daerah yang akan digarap investor asing yang telah disepakati hingga pertengahan tahun 1969 antara lain dari Belanda, AS, Kanada, Jepang, dan beberapa modal gabungan.

Dalam sambutannya Kepala Negara antara lain menyatakan bahwa daerah harus benar-benar diberikan pengertian bahwa proyek asing bukan dimaksudkan untuk mengeduk sumber kekayaan mereka malah sebaliknya, sehingga kesan negatif dipihak penanam modal luar negeri bisa dihindarkan.

Dengan mengundang modal asing kita juga hendaknya jangan melulu cari keuntungan besar tetapi yang penting juga bagaimana mendapat pengalaman hingga nanti bisa berdiri sendiri.

Mengenai menurunnya pemakaian batubara sebagai bahan bakar Presiden mengajukan suatu pemikiran: Bagaimana kalau dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik yang hasilnya bisa digunakan oleh rakyat banyak maupun industri dan dibangun di daerah penghasil batubara itu juga.

Pada awal sambutannya Kepala Negara mengatakan bahwa inspeksi “on the spot” yang diadakan tiap Kamis bukan karena tidak percaya pada Menteri atau pejabat di Departemen bersangkutan, melainkan semata-mata menjaga agar selalu ada KISS dalam pelaksanaan Pelita.

Presiden yang disertai sejumlah Menteri dan Ketua Bapenas Widjojo Nitisastro, dari Departemen Pertambangan meneruskan peninjauan ke instalasi minyak di Tanjung Priok. (SH)