Lokakarya Seni untuk Anak-anak Marjinal

Lokakarya Seni untuk Anak-anak Marjinal

Ist

SHNet, JAKARTA PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) meluncurkan UOB Painting of the Year (POY) 2018, Selasa (15/5). Itu adalah perhelatan seni tahunan yang mencerminkan dukungan jangka panjang UOB terhadap perkembangan komunitas seni di Indonesia. UOB Indonesia melakukan rangkaian lokakarya seni kepada lebih dari 200 anak-anak marginal.

Kegiatan ini akan melibatkan alumni pemenang UOB POY di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Bali, termasuk diantaranya adalah Gatot Indrajati, pemenang 2016 UOB Southeast Asian Painting of the Year, I Wayan Arnata, pemenang Bronze dari kategori professional, 2017 UOB Painting of the Year, Hudi Alfa, pemenang Bronze dari kategori professional, 2016 UOB Painting of the Year, dan Henryette Louise YT, pemenang Gold dari kategori pendatang baru, 2016 UOB Painting of the Year.

Kevin Lam, Presiden Direktur UOB Indonesia, di Jakarta, Selasa 915/5) mengatakan bahwa seni memegang peranan penting dalam memperkaya kualitas hidup setiap insan masyarakat serta mempererat hubungan dengan komunitas sekitar, yang membentuk pilar penting dalam rangkaian program tanggung jawab sosial UOB.

“UOB secara konsisten mendukung perkembangan seni rupa di Asia Tenggara melalui program kompetisi UOB Painting of the Year. Melalui perhelatan seni tahunan ini, kami berharap dapat menciptakan wadah berkarya yang positif dan berkelanjutan, serta memberikan kesempatan bagi perupa Indonesia untuk memperdalam bakat dan potensi mereka agar menjadi inspirasi bagi generasi perupa muda berikutnya,” katanya.

Ia percaya bahwa pendidikan merupakan fondasi penting bagi anak-anak untuk bekal kehidupan mereka di masa mendatang, dan menyalurkan kreatifitas dalam bidang seni merupakan salah satu cara agar mereka dapat mengekspresikan diri secara bebas dan penuh percaya diri.

UOB Indonesia juga bekerja sama dengan berbagai pakar seni terkemuka serta perupa mapan dalam sesi dialog seni yang akan dilakukan di Bentara Budaya dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Diskusi ini akan mengulas topik mengenai bagaimana kompetisi seni memainkan peran penting dalam menarik perhatian masyarakat serta mengajak mereka untuk berfokus pada nilai yang dihasilkan ketika melampaui batas ruang dan waktu.

Adapun UOB Painting of the Year 2018 membuka pendaftaran bagi kategori seniman Profesional maupun Pendatang Baru hingga 3 September 2018 dengan dewan juri Entang Wiharso, seorang perupa kontemporer yang bertempat tinggal di Yogyakarta. Hasil karyanya yang terdiri dari lukisan, patung, instalasi, hingga performance art telah banyak mendapat pengakuan dan penghargaan dari institusi nasional maupun internasional. Wiyu Wahono, seorang kolektor seni yang tergabung dalam Art State Jakarta’s Board of Young Collectors. Selain itu juga ada Bambang Bujono yang telah menekuni profesi sebagai penulis sejak 1960. Ia adalah penerima Anugerah Adhikarya Rupa 2014 dari Kementerian Pariwisata dan Kreatif Ekonomi, serta the Visual Art Award 2011 dari majalah Visual Arts.

Pemenang UOB POY untuk kategori Profesional dan Pendatang Baru akan diumumkan pada acara malam penganugerahan pemenang pada tanggal 16 Oktober 2018 di Jakarta. Hasil karya 50 finalis akan dipamerkan di Gedung A, Galeri Nasional Indonesia mulai 8 hingga 19 November 2018.

Pemenang UOB POY akan berkompetisi dengan pemenang dari Malaysia, Singapura, dan Thailand untuk memperebutkan gelar UOB Southeast Asian Painting of the Year. Penghargaan bergengsi ini akan diberikan kepada hasil karya terbaik di regional.

Pemenang dari masing-masing negara Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand akan berkesempatan untuk mengikuti seleksi program residensi selama satu bulan di Fukuoka Asian Art Museum di Jepang. (IJ)