KOWANI Fair Bukti Kaum Perempuan Berperan dalam Perekonomian

KOWANI Fair Bukti Kaum Perempuan Berperan dalam Perekonomian

Ketua Umum KOWANI Giwo Rubianto Wiyogo (kedua dari kiri) foto bersama dengan jajaran pengurus KOWANI sambil menunjukkan kartu pembayaran elektronik berlogo KOWANI, usai pembukaan KOWANI Fair 2018, di Gedung SMESCO Jakarta, Kamis (24/5). (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, KOWANI Fair yang diselenggarakan oleh Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menjadi bukti bahwa kaum perempuan Indonesia telah berperan dalam perekonomian dan menciptakan lapangan kerja.

“Acara ini diselenggarakan setiap tahun dan selalu ditunggu oleh perempuan Indonesia, khususnya yang ada di Jakarta, Harus ada inovasi-inovasi dengan menampilkan barang-barang baru produksi dalam negeri,” ujarnya saat membuka KOWANI Fair 2018 di Gedung SMESCO Jakarta, Kamis (24/5).

Menurutnya, pameran ini sekaligus ajang untuk mempromosikan industri kreatif dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dijalankan oleh para perempuan pengusaha sekaligus memfasilitasi terciptanya pasar-pasar baru.

Puan berharap, Kowani Fair dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun berikutnya dan dipastikan produk-produk yang dipamerkan dibeli oleh masyarakat. “Saya akan lihat, dalam tiga hari penyelenggaraan pameran ini, barang-barang ada habis dibeli,” katanya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan, saat ini ada sekitar 34 juta perempuan yang berperan di UMKM. Hal ini membuktikan bahwa perempuan-perempuan Indonesia hebat dalam berwirausaha.

“Dari sisi ekonomi makro, kita masih harus meningkatkan kemampuan perempuan dalam hal membuka usaha-usaha yang lebih besar lagi,” kata Yohana.

Sementara itu, Ketua Umum KOWANI Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, KOWANI Fair yang berlangsung 24-27 Mei 2018 ini merupakan sarana yang dapat menguatkan jejaring wirausaha menjadi lebih solid diantara pengusaha yang akan saling mendukung di pasar nasional dan menuju globalisasi.

“Ini merupakan ajang yang menjembatani serta memfasilitasi perempuan pengusaha untuk mempromosikan hasil produknya, sekaligus sebagai sarana dalam mencari pasar-pasar baru bagi produknya,” kata Giwo.

Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Optimalisasi Kemandirian Perempuan Pengusaha untuk Ketahanan Ekonomi Keluarga”. Tema ini menurut Giwo, sesuai dengan salah satu program umum KOWANI bidang ekonomi dan koperasi yaitu meningkatkan pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi sebagai pelaku usaha dengan memperkuat jejaring usaha secara regional maupun global.

Ia berharap, peran perempuan dalam mengembangkan usaha ekonomi mikro semakin baik dan menjawab kebutuhan masyarakat dalam membangun ekonomi mandiri, terpadu serta dapat berkesinambungan, menuju kesejahteraan bersama. (Stevani Elisabeth)