Ke alaRitus, Manjakan Lidah dengan 44 Menu Nusantara

Ke alaRitus, Manjakan Lidah dengan 44 Menu Nusantara

Restoran alaRitus menyajikan makanan-makanan tradisional Nusantara. (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Setiap daerah di Indonesia memiliki makanan tradisonal yang merupakan ciri khas daerah tersebut. Makanan-makanan tradisional ini bahkan ada yang sampai terkenal di dunia, seperti rendang.

Makanan tradisional Indonesia memang tetap disukai baik muda maupun tua. Di Jakarta ada sebuah restoran yang khusus menyadikan 44 menu makanan tradisional Nusantara. Restoran alaRitus yang berlokasi di Gedung Filateli, Pasar Baru, Jakarta Pusat ini siap memanjakan lidah para pengunjungnya.

“Di alaRitus ini ada 44 menu makanan tradisional Nusantara. Bahkan kami juga menyajikan makanan-makanan yang sudah mulai jarang ditemukan di pasar seperti tumis jantung pisang, sambal gandaria, nasi jenggo Bali, bubur Manado, sambal honje dan sebagainya. Kami juga berencana menghadirkan menu tumis bunga durian,” kata Pemilik Restoran alaRitus, Merie Mangawing saat launching restoran ini, di Jakarta, Jumat (11/5).

Mengapa dinamakan alaRitus? Merie yang sejak SMA sudah bercita-cita ingin membuka restoran ini menjelaskan, ala sendiri memiliki arti cara atau model, sedangkan ritus itu merupakan tata cara budaya/ibadah tertentu.

Ada 44 menu makanan tradisional di alaRatus. (Dok. Tri Wibowo)

Menurutnya, untuk membuat satu makanan tradisional Indonesia perlu proses yang panjang. Mulai dari pemilihan bumbu-bumbunya karena ada 70 bumbu, cara memasaknya seperti ditumis, direbus, hingga menghasilkan rasa yang beda.

Untuk resepnya sendiri, Merie mengaku, dia peroleh resep dari ibu dan tante-tantenya. Makanan-makanan tradisional alaRitus tidak hanya makanan berat saja, tetapi ada juga panganan kecil tradisional Nusantara seperti pastel Toraja, dadar gulung, donat kampung, onde-onde, serta bir pletok.

Kue-kue tradisional Indonesia. (SHNet/stevani elisabeth)

Makanan dan minuman yang dijual di restoran ini dibandrol mulai harga Rp6.000 hingga Rp380.000. Mengapa memilih lokasi di bekas kantor pos jaman kolonial?

Merie menjelaskan, gedung ini merupakan gedung bersejarah. Didirikan antara 1912-1929 dan dirancang oleh arsitek Belanda, John van Hoytema, dengan gaya arsitektur Art Deco yang dipengaruhi oleh aliran Art & Craft pada detail interiornya.

Menurutnya, alaRitus memiliki misi menjadikan restoran ini sebagai destinasi makanan kuliner khas Indonesia.

Memasuki restoran ini, pengunjung akan disuguhkan coffe shop dengan nuansa catchy. Ini menjadi ruangan pertama yang akan dijumpai saat memasuki alaRitus. Green corner yang berfungsi sebagai smoking area turut menyita perhatian dengan vertical garden.

Salah satu spot swafoto. (SHNet/stevani elisabeth)

Restoran dengan suasana calm menciptakan atmosfir nyaman untuk berkumpul dan menikmati hidangan. Pengunjung juga dapat menyaksikan platting hidangan yang dipesan secara live. Di lantai atas ada funtion hall jika ingin mengadakan acara besar dan ruangan vip room.

Pengunjung juga dapat melakukan swafoto karena ada beberapa spot foto menarik di tempat ini seperti lukisan pasar ikan, mural, taman dan kotak pos zaman kolonial.

Dalam tahun ini, alaRitus juga akan hadir di Yogyakarta, lokasinya di gedung kantor pos, tidak jauh dari kawasan Malioboro.

Ikut sukseskan Asian Games 2018, restoran ini juga bakal hadir di Palembang lokasinya di atas kapal. Selain di Palembang, restoran apung alaRitus juga akan hadir di Labuan Bajo, NTT. (Stevani Elisabeth)