Kaum Wanita Hanya Minta Dihargai Sama Sebagai Warganegara

Ny. Tien Soeharto

Kaum Wanita Hanya Minta Dihargai Sama Sebagai Warganegara

Jakarta, 17 Mei 1973 – Ny. Tien Soeharto mengemukakan bahwa sesungguhnya tidak banyak yang diminta kaum wanita di negeri ini kepada kaum pria, mereka hanyalah minta dihargai sama sebagai sesama warganegara.
Ny. Tien mengemukakan ini dalam pidatonya pada pembukaan kongres III organisasi wanita Departemen Dalam Negeri “Pertiwi” di Jakarta hari Rabu.

Untuk mencapai tujuan tersebut katanya kaum wanita dalam berjuang harus bisa menempatkan dirinya sedemkian rupa sehingga tidak sampai melalaikan tugasnya sebagai seorang wanita dan ibu rumah tangga.
Menurut isteri Kepala Negara kebahagian tercapai justru bila antara kaum wanita dan pria selalu tertanam rasa saling menghargai, saling mencintai dan bantu membantu.

Pada kesempatan itu telah disinggung oleh Ny. Tien akan pentingnya kaum ibu ikut mensukseskan program nasional Keluarga Berencana karena hal itu pada hakekatnya adalah demi kebahagian mereka sendiri.
Khusus kepada organisasi Pertiwi ia mengharapkan agar dalam berjuang selalu serasi dengan perjuangan kaum wanita Indonesia pada umumnya, demikian Ny. Tien Soeharto.

Sambutan Mendagri
Menteri Amir Machmud dalam sambutannya antara lain mengemukakan bahwa Pertiwi yang diakuinya sebagai telah banyak membantu konsolidasi Orde Baru terutama dalam pensuksesan Pemilihan Umum pada masa mendatang akan dimintakan lagi partisipasinya pada tugas yang makin berat.

Setelah Sidang Umum MPR baru-baru ini maka ketetapannya akan mengandung makna strategis dalam kelanjutan perjuangan mengisi kemerdekaan merupakan tugas berat yang harus diselesaikan. Untuk itu diperlukan kwalitas pelaksanaan yang benar-benar memadai. Oleh karena itu, demikian diharapkannya, Pertiwi harus bnar-benar dapat meneliti kekurangannya selama ini agar benar-benar siap untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan tugas nasional itu, demikian Mendagri. (SH/Ant)