Kapolri Pun Sesalkan Lamanya Revisi UU Teroris di Indonesia

Kapolri Pun Sesalkan Lamanya Revisi UU Teroris di Indonesia

PENGGELEDAHAN - Suasana penggeledahan rumah pelaku bom bunuh diri Surabaya, di kawasan Rungkut, Surabaya, Minggu (13/5) malam dibanjiri ratusan warga yang juga ingin melihat secara langsung. (Ist)

SHNet, JAKARTA – Kapolri Jendral Tito Karnavian tampak geram dengan lamanya revisi undang-undang teroris di Indonesia. Itu sebabnya para teroris bisa bebas bergerilya menjalankan aksi-aksi biadab mereka.

Tito mengatakan kalau sekeluarga pelaku bom bunuh diri Surabaya bisa ke Suriah bergabung dengan ISIS dan kembali ke Indonesia tanpa ada hadangan apa pun. Mereka di ISIS belajar strategi teror, kemiliteran dan membuat bom. Ketika kembali ke Indonesia, UU Teroris Indonesia tidak bisa menghukum tindakan tersebut sehingga itulah yang mereka lakukan.

“Revisi UU jangan terlalu lama, sudah 1 tahun ini. Kita tahu sel-sel mereka tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa. UU 15/2003. Kita akan bisa bertindak kalau mereka melakukan aksi, jadi kita menunggu aksi dulu baru bisa bertindak. Begitu undang-undangnya,” ujar Tito sesal dalam jumpa pers di RS Bhayangkara saat mendampingi Presiden Joko Widodo.

Tak lama setelah Kapolri menggelar jumpa pers, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Rudi Setiawan juga menggelar temu pers di depan rumah bomber Surabaya setelah melakukan penggeledahan di rumah mereka.

Kapolrestabes menemukan foto keluarga pelaku bom ini dan ia segera menunjukkannya kepada wartawan. Tampak foto itu terdiri dari 6 orang yaitu Dita Priyanto,  dan Puji Kuswati bersama empat anaknya yaitu Yusuf Fadil (18), Firman Halim (16), Fadila Sari (12), dan Pamela Rizkita (9).

Rudi juga terlihat memegang stererofoam yang diduga jadi alat untuk mempercepat pembakaran ketika bom diledakkan. Dari lokasi penggeledahan yang dilakukan di Perumahan Wonorejo Asri Blok K/22A, Rungkut, Surabaya, polisi menyita 3 bom high explosive yang langsung diledakkan tim penjinak bom.

“Dari temuan di rumah mereka, kami bisa simpulkan, ada sejenis tempat plastik itu isinya di tiap kotak plastik itu ada dua pipa, jadi ada tiga, masing-masing plastik ada dua pipa. Total ada tiga (bom),” ujar Rudi.  (Nonnie Rering)