Kabareskrim Meminta Kepada Masyarakat, Agar Tetap Waspada Adanya Ancaman Teroris

Kabareskrim Meminta Kepada Masyarakat, Agar Tetap Waspada Adanya Ancaman Teroris

SHNet, Jakarta- Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengingatkan kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman terorisme namun tidak perlu merasa takut secara berlebihan.

“Saya berharap kita tetap menjaga kewaspadaan. Meski Densus (88) terus bekerja, bukan berarti kita aman tapi jangan terlalu paranoid,” kata Komjen Ari dalam acara Buka Puasa Bersama Kabareskrim di Gedung Bareskrim Polri, KKP, Jakarta, Kamis  (24/5/2018).

Diketahui, dari sejumlah kasus teror yang beruntun terjadi di beberapa wilayah, menurutnya, harus menjadi pelajaran agar aparat selalu melakukan pengamanan sesuai prosedur.

“Peristiwa ini harus kita jadikan satu pelajaran, SOP (standar operasional prosedur) jangan kita tinggalkan, kita harus selalu waspada,” katanya.

Dengan adanya kejadian di Mako Brimob beberapa hari lalu,  Ari Dono  merasa sangat prihatin mengingat  cukup banyaknya korban yang jatuh dalam aksi teror tersebut baik dari warga sipil maupun polisi.

Seperti diwartakan sebelumnya, aksi kerusuhan terjadi di kandang polisi sendiri, yaitu di Rumah Tahanan yang terletak di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat pada Selasa (8/5). Kerusuhan tersebut berujung tewasnya lima anggota Polri.

Setelah Mako Brimob kembali dikuasai polisi, ternyata  teror belum juga berakhir. Anggota Intel Brimob Polri Kelapa Dua Depok, Bripka Marhum Prencje meninggal dunia usai ditusuk orang tidak dikenal pada Kamis (10/5) malam.

Kemudian pada 13 Mei 2018, kota Surabaya diguncang serangan bom bunuh diri. Bom pertama meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno yang mengakibatkan korban tewas mencapai 14 orang, termasuk para pelaku diduga berjumlah enam orang yang merupakan satu keluarga, sedangkan korban luka-luka tercatat mencapai 41 orang.

Selang 14 jam kemudian, ledakan bom terjadi di Blok B Lantai 5 Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Ledakan itu merenggut tiga nyawa yang merupakan satu keluarga terduga teroris yang akan melakukan serangan bom.

Pada 14 Mei 2018 juga terjadi bom bunuh diri di pintu masuk kantor Mapolrestabes Surabaya yang mengakibatkan empat pelaku tewas dan masyarakat serta polisi yang ada di sekitar ledakan juga terluka. (MH)